Pemda Lutim Rekomendasikan 70 Orang Tenaga Kerja dari Luar Daerah ke PT Wika, FKLT Protes

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Forum Komunikasi Lingkar Tambang (FKLT) Luwu Timur protes atas tindakan Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Lutim merekomendasikan 70 orang tenaga kerja dari luar daerah untuk bekerja di PT. Wijaya Karya (Wika).

FKLT menegaskan bahwa persoalan tenaga kerja saat ini telah terjadi peningkatan jumlah pengangguran di Kabupaten Luwu Timur sehingga menimbulkan banyaknya tenaga kerja di Luwu Timur mencari pekerjaan di luar daerah salah satunya Morowali.

Dengan kondisi itu, justru bertolak belakang dengan janji kampanye Bupati yang ingin mengurangi pengangguran di Kabupaten Luwu Timur. Sementara penjelasan yang sering kami terima dari Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Lutim bahwasanya ketika ada rekrutmen tenaga kerja maka diutamakan warga yang ber KTP Lutim.

Akibat dari rekomendasi tersebut tentu berdampak pada hilangnya kesempatan bagi warga lokal untuk mendapatkan pekerjaan. Demikian diungkapkan Ketua FKLT Lutim, Saprillah melalui suratnya yang diterima redaksi InputRakyat.co.id, Kamis (22/7/2021).

Menanggapi surat tersebut, Arifin selaku Kasi Penempatan, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Lutim saat dikonfirmasi membenarkan rekomendasi tersebut.

“Rekomendasi itu benar. Tetapi perlu diketahui bahwa ke 70 orang tersebut merupakan tenaga kerja dari PT. Wika pusat yang ditempat tugaskan atau dimutasi ke daerah ini, bukan tenaga kerja yang baru mau mendaftar,” ungkap Arifin.

Sementara ke 70 orang tersebut lanjut Arifin, berstatus skill dan pembimbing. Dan kenapa PT. Wika belum beroperasi selama ini karena belum ada tenaga pembimbing, sehingga mereka mengirim tenaga tersebut.

Perlu diketahui pula bahwa mengenai perekrutan tenaga kerja, PT. Vale mempersyaratkan 70 persen 30 persen, yang artinya 70 persen tenaga lokal dan 30 persen tenaga dari luar daerah. Sementara 30 persen ini di cek dulu apakah lowongan kerja yang dipersyaratkan terdapat tenaga lokal yang bisa kerja atau tidak, sambungnya lagi.

Dijelaskan lagi, terkait rekomendasi itu memang ada mekanismenya, ada disebut penempatan antar kerja, antar daerah dan antar negara. Demikian halnya kalau kita mengirim tenaga kerja keluar daerah atau negara luar, terang Arifin.

Ditambahkannya, adapun job pekerjaan PT. Wika ini yakni Kanal Larona dengan kontrak kerja selama dua tahun. Dan sebenarnya pekerjaan mereka itu sudah terlambat, tutupnya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Anugrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *