INPUTRAKYAT_LUTRA, — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara, Sulawesi Selatan, terus berkomitmen untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman kakao.
Salah satu upaya yang dilakukan melalui Bappeda Luwu Utara adalah dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Capacity Building Kakao di Aula Bappeda, Jl Simpurusiang, Masamba, Jumat (13/4/2018).
Kegiatan yang dibuka Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani diikuti kelompok tani, gapoktan, kepala desa, dan fomakara.
“Kegiatan ini berlangsung sejak kemarin dengan kunjungan ke kebun petani. Yang membawa materi adalah dari BI, Dinas Perkebunan, Unhas, BMKG, dan PT Mars,” ujar Kepala Bappeda, Rusydi Rasyid.
Bupati Indah menegaskan kakao adalah ikon di Kabupaten Luwu Utara.
Tugu Kakao yang ada di Desa Radda itu merupakan harga diri Kabupaten Luwu Utara dan juga sebagai identitas daerah kita,” kata Indah.
“Komoditi kakao merupakan peningkatan devisa bagi daerah dan meningkatkan perekonomian bagi masyarakat,” katanya.
Sebagai daerah penghasil kakao, produksi biji kakao kering di Luwu Utara sepanjang tahun 2017 mencapai 26.274 ton.
Sementara luas tanaman kakao mencapai 39.410 hektare dengan rata-rata produktivitas 990 kilogram per hektare dalam setahun.
Tanaman kakao di Luwu Utara terdiri dari 7.511 hektare tanaman belum menghasilkan, 26.540 hektare tanaman menghasilkan, dan 5.358 hektare tanaman tua.
Liputan: Rama














