INPUTRAKYAT_MAJENE,– Pemerintah Kabupaten Majene melalui Sekretariat Daerah mulai mengambil langkah strategis dalam penyusunan Dokumen Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSB) Kabupaten Majene Tahun 2026–2030.
Tahapan awal penyusunan dokumen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Awal yang mengangkat agenda pengumpulan dan identifikasi data profil daerah serta perumusan program dan kegiatan kelapa sawit berkelanjutan. Kegiatan berlangsung di Wisma Yumari, Kamis (13/8/2026).
FGD tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pimpinan daerah, kepala perangkat daerah dan instansi teknis, perwakilan lembaga vertikal, unsur kewilayahan, hingga akademisi yang tergabung dalam Tim Penyusun RAD KSB Kabupaten Majene.
Pemerintah Kabupaten Majene menilai ketersediaan data yang akurat, mutakhir, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi fondasi penting dalam menentukan arah kebijakan sektor kelapa sawit untuk lima tahun ke depan.
Melalui penyusunan profil daerah yang komprehensif, setiap program dan kegiatan yang nantinya dituangkan dalam RAD KSB diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pengembangan perkebunan sawit di tingkat lokal, sekaligus tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pekebun.
Integrasi data juga menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah dalam memetakan potensi dan kondisi wilayah. Dengan demikian, kebijakan maupun regulasi yang disusun dapat lebih tepat sasaran serta sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Untuk memastikan kondisi riil masyarakat dan wilayah terakomodasi dalam dokumen perencanaan, pemerintah daerah turut melibatkan unsur kecamatan yang memiliki keterkaitan dengan kawasan strategis pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten Majene.
Sementara itu, sejumlah aspek penting seperti legalitas lahan, tata ruang, pendanaan, serta validasi data statistik turut dikoordinasikan dengan ATR/BPN Kabupaten Majene dan Badan Pusat Statistik (BPS). Adapun pengelolaan kawasan hutan dikoordinasikan bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) pada wilayah yang terkait.
Untuk memperkuat kualitas akademik dan objektivitas dokumen, Pemkab Majene juga menggandeng tenaga ahli dari kalangan akademisi Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Sulawesi Barat.
Keterlibatan akademisi diharapkan memberikan telaah dan masukan berbasis keilmuan, mulai dari aspek agronomi, kehutanan, ekonomi pertanian, hingga pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup.
Penyusunan RAD KSB ini juga diarahkan agar selaras dengan Rencana Strategis (Renstra) masing-masing perangkat daerah dan instansi terkait. Sinkronisasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan program yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan.
Dengan dukungan lintas sektor dan berbasis data, RAD KSB Kabupaten Majene 2026–2030 diharapkan menjadi blueprint operasional dalam membangun tata kelola kelapa sawit yang produktif, tangguh, berwawasan lingkungan, serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Sumber: Diskominfo Majene
Editor: Rezki














