Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Pjs Bupati Lutim Canangkan Gerakan Luwu Timur Bermasker

436
×

Pjs Bupati Lutim Canangkan Gerakan Luwu Timur Bermasker

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Pjs. Bupati Luwu Timur, Dr. Jayadi Nas S.Sos, M.Si, mencanangkan gerakan “Luwu Timur Bermasker” saat melakukan silaturahmi bersama insan pers di Warkop Adhyaksa Kejaksaan Negeri Malili, dengan mengusung tema “Melawan Hoaks”, Selasa (29/09/2020) Pagi.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Kepala Dinas Kominfo Lutim, Masdin, beserta jajaran staff kominfo serta puluhan awak media, baik itu cetak maupun online yang berada di Kabupaten Luwu Timur.

Pjs. Bupati Luwu Timur, Dr. Jayadi Nas S.Sos, M.Si, dalam arahannya mengatakan bahwa penanganan protokol kesehatan (Prokes) terkait penyebaran virus covid-19 di Luwu Timur ini harus dilakukan secara real dan nyata, bukan hanya melalui himbauan dan pengumuman.

” Kami ingin lakukan gerakan secara massive “Luwu Timur Bermasker”, sehingga prokes bahwa maskerku menjagamu, dan maskermu menjagaku menjadi himbauan penting untuk masyarakat agar selalu patuh terhadap aturan prokes covid-19 yang telah dikeluarkan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Disamping itu, Jayadi Nas juga telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, TNI dan Satpol PP untuk menindak tegas masyarakat yang tidak patuh terhadap aturan prokes covid-19 tentang penggunaan masker serta akan memberi sanksi sosial bagi pelanggar.

“Satpol PP akan menyiapkan 1 unit mobil bagi pelanggar yang tidak patuh terhadap prokes penggunaan masker dan membawanya ke sesuatu tempat untuk diberi sanksi sosial. Agar supaya masyarakat paham pentingnya prokes covid-19 ini dan juga memberi efek jera bagi pelanggar,” Pungkasnya

Lebih jauh daripada itu, Jayadi Nas juga mengungkapkan bahwa tingginya angka positif covid-19 di Luwu Timur ini dikarenakan gencarnya kegiatan rapid test yang dilakukan oleh Pemda Lutim dan pihak swasta.

“Angka positif covid-19 di Luwu Timur ini mencapai 1,317 orang, dari 5.013 orang yang telah di swab test, dan 7 orang yang meninggal dunia. Itu karena gencarnya rapid test yang dilakukan di Luwu Timur,” bebernya.

Oleh karena itu, tambah Jayadi, sekali lagi bahwa harus ada gerakan yang real dan nyata kepada masyarakat, bukan hanya sekedar memberi himbauan dan arahan yang hanya menjadi wacana di tengah tengah masyarakat, tutup Mantan Ketua KPU Provinsi Sulsel ini.

Liputan: * | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *