Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Pompessi Luwu Anugerahkan Keris dan Keanggotaan Kehormatan ke Ustaz Abdul Somad

80
×

Pompessi Luwu Anugerahkan Keris dan Keanggotaan Kehormatan ke Ustaz Abdul Somad

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM, – Ketua Pompessi Luwu, Asriady Amrisal, menyerahkan cinderamata kepada Ustaz Abdul Somad (UAS) sesaat sebelum dai kondang itu menyampaikan tausiah di hadapan ribuan jemaah pada Minggu, (26/7/2026) malam, di Lapangan Pendidikan Malili.

Penyerahan dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada UAS. Cinderamata yang diberikan berupa sebilah keris pusaka, rompi khas Pompessi, pin organisasi, serta sertifikat keanggotaan kehormatan Pompessi Luwu.

Prosesi penyerahan turut disaksikan Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, bersama sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua Pompessi Luwu, Asriady Amrisal, mengatakan pemberian keanggotaan kehormatan merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi Ustaz Abdul Somad dalam menyebarkan syiar Islam dan nilai-nilai persatuan di tengah masyarakat.

“Kami merasa terhormat dapat menyematkan keanggotaan kehormatan kepada Ustaz Abdul Somad. Beliau merupakan sosok yang konsisten menyampaikan dakwah yang menyejukkan dan mengajak umat untuk menjaga persaudaraan serta nilai-nilai kebangsaan,” kata Asriady.

Menurut dia, keris pusaka yang diserahkan memiliki makna simbolis sebagai warisan budaya Nusantara yang mencerminkan keberanian, kehormatan, dan tanggung jawab. Sementara rompi dan pin Pompessi menjadi simbol persaudaraan sekaligus ikatan kekeluargaan antara organisasi dengan UAS.

Asriady berharap kehadiran Ustaz Abdul Somad di Luwu dapat mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan keharmonisan.

Usai prosesi penyerahan cinderamata, Ustaz Abdul Somad menyampaikan tausiah yang dihadiri ribuan jemaah.

Dalam ceramahnya, ia mengajak umat Islam untuk memperkuat keimanan, menjaga akhlak, serta mempererat persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat. (Solihin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *