INPUTRAKYAT_LUTIM — Puluhan siswa dan sejumlah guru SMA Negeri 4 Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, Senin (5/10/2026).
Mereka mengalami keluhan sakit perut dan gangguan kesehatan lainnya setelah menyantap makanan dalam kegiatan bazar yang digelar di lingkungan sekolah.
Informasi sementara, sebanyak 76 orang menjalani perawatan di Puskesmas Mangkutana.
Kemudian 11 orang dirawat di Puskesmas Tomoni, 9 orang di Puskesmas Tomoni Timur, sementara 3 korban lainnya dirujuk ke RS I Lagaligo Wotu.
Kejadian tersebut membuat aktivitas di SMA Negeri 4 Mangkutana berubah. Para siswa yang mengalami keluhan kesehatan langsung mendapat penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
Bupati Irwan Turun Langsung
Mengetahui kejadian tersebut, Bupati Luwu Timur H. Irwan Bachri Syam langsung turun memantau kondisi para korban.
Irwan mendatangi sejumlah fasilitas kesehatan untuk melihat kondisi siswa dan guru yang menjalani perawatan.
Ia juga memastikan penanganan medis terhadap para korban berjalan dan kondisi mereka terus dipantau tenaga kesehatan.
“Saat ini, Alhamdulillah, semua anak-anak berangsur membaik,” kata Irwan saat meninjau kondisi korban.
Dalam pemantauan tersebut, Bupati Irwan didampingi jajaran terkait, termasuk Kapolres Luwu Timur, Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur, serta Direktur RS I Lagaligo.
Mereka memastikan para korban mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
Bermula dari Bazar Sekolah
Kepala SMA Negeri 4 Mangkutana, Adam, mengatakan kejadian tersebut bermula dari kegiatan bazar yang digelar para siswa di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan itu, makanan dibuat sendiri oleh para pelajar untuk kemudian dijual kepada warga sekolah.
Bazar tersebut berlangsung sekitar pukul 10.30 Wita.
Namun, beberapa jam setelah kegiatan berlangsung, sejumlah siswa dan guru mulai merasakan keluhan kesehatan.
Keluhan itu mulai muncul setelah waktu salat Zuhur.
“Satu per satu siswa mengalami sakit perut sehingga dilarikan ke Puskesmas agar mendapatkan perawatan medis,” ujar Adam.
Pihak sekolah kemudian menghentikan kegiatan bazar tersebut setelah mengetahui adanya siswa dan guru yang mengalami keluhan kesehatan.
“Pihak sekolah sudah menghentikan kegiatan bazar,” katanya.
Penyebab Masih Didalami
Hingga kini, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami puluhan siswa dan guru tersebut belum dapat dipastikan.
Termasuk apakah kondisi tersebut berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi dalam kegiatan bazar.
Petugas kesehatan masih melakukan penanganan dan pemantauan terhadap para korban.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
Sementara itu, kondisi para siswa dan guru yang menjalani perawatan dilaporkan mulai berangsur membaik.
Pemerintah daerah bersama pihak sekolah dan tenaga kesehatan masih memantau perkembangan kondisi seluruh korban.














