Pustu dan Pupuk Jadi Keluhan Warga di Reses Najamuddin

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Najamuddin menggelar reses perseorangan masa sidang ke dua, Jumat (22/04/2022).

Kali ini reses perseorangan atau temu konstituen yang diamanatkan undang-undang itu, dipusatkan di Dusun Podomakmur, Desa Lakawali, Kecamatan Malili.

Puluhan masyarakat menghadiri kegiatan itu sembari menyampaikan unek-unek yang dialami masyarakat dimasing-masing desanya.

Seperti yang disampaikan salah satu bidan di desa Lakawali. Ia mengharapkan pemerintah daerah melalui reses ini agar membangun Puskesmas pembantu (Pustu).

“Saya selaku bidan desa dan bertugas di wilayah dusun ini sehari-hari melakukan pelayanan kesehatan di bangunan Posyandu, dikarenakan kami tidak memiliki gedung Pustu,” ujarnya.

Menurutnya, sudah bertahun-tahun kami nebeng di gedung Posyandu untuk pelayanan kesehatan dikarenakan kami tidak memiliki gedung Pustu seperti desa lainnya.

“Melalui reses ini kami harapkan Pemerintah Daerah segera membangun gedung Pustu,” pintanya.

Sementara itu, salah seorang dari Desa Tarabbi, Herman menyampaikan pula keluhan para petani. “Pak dewan kami mau sampaikan kenapa tahun ini kami tidak mendapatkan lagi pupuk subsidi. Apa masalahnya,” keluhnya.

“Beberapa kelompok tani di desa Tarabbi mengalami demikian, tolong persoalan ini menjadi catatan, kok tahun ini kami tidak lagi mendapatkan pupuk,” tandas Herman lagi.

Tampak sampai disitu ia pun mengungkapkan bahwa ada kelompok tani di Desa Tarabbi yang lokasinya berada di dalam kawasan mendapatkan pupuk, sementara kami yang bertani diluar dari kawasan tidak mendapatkan pupuk.

Hal senada pun disampaikan salah satu petani tambak di Desa Lakawali. Ia membeberkan kalau petani tambak tidak lagi mendapatkan pupuk tahun ini.

Menanggapi keluhan itu, Najamuddin mengatakan, akan mengkomunikasikan segera pembangunan Pustu.

“Ini penting, tolong pihak Dinas Kesehatan memperhatikan hal ini kalau perlu masukkan dalam pokok fikiran (Pokir) saya, dan saya kira anggarannya tidak besar hanya sekitar Rp 200 juta lebih,” ungkapnya.

Sementara persoalan pupuk kata Najamuddin, memang saat ini Dinas Pertanian tengah mengawal dan menunggu Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dari pusat, dan Insya Allah persolan ini segera terselesaikan.

“Saya juga menyampaikan bahwa dua tahun terakhir ini pemerintah tidak banyak membangun lantaran anggaran banyak yang dipangkas dan dialihkan pada penanganan pandemi Covid-19,” jelasnya.

“Tetapi Alhamdulillah, dengan kepimpinan Bupati saat ini pada program satu desa satu miliar tentu akan membawa kemajuan desa nantinya, dan saya kira hanya Lutim di Sulsel meluncurkan program ini,” katanya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekdis Kesehatan, pihak PUPR, Dinas Kelautan, Kasat Intel Polres Lutim, pihak Kejaksaan, Kapus Lakawali, pihak pemerintah Kecamatan Malili, dan para Kades.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Anugrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.