Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

RS Inco Terbentur Keputusan Menkes, Warga Desak Pemda Lutim Siapkan UTD di Sorowako

668
×

RS Inco Terbentur Keputusan Menkes, Warga Desak Pemda Lutim Siapkan UTD di Sorowako

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Rauf Dewang keluarga almarhum Murdifin Junusi yang menghembuskan nafas terakhir di RS Inco Awal Bros Sorowako kemarin menyayangkan buruknya pelayanan kesehatan di Kabupaten Luwu Timur.

Kepada media ini, Ia menyebut kalau almarhum mengidap penyakit DBD sehingga mengalami penurunan trombosit, tetapi di RS Awal Bros Sorowako rupanya tidak memiliki Unit Transfusi Darah (UTD), Rabu (14/07/2021).

Akibatnya, keluarga pasien trombosit yang membutuhkan darah terpaksa harus melakukan pengurusan transfusi darah di RSUD I Lagaligo Wotu yang sudah memiliki UTD.

Sementara jarak dari RS Awal Bros Sorowako ke RSUD I Lagaligo Wotu cukup memakan waktu, sehingga pelayanan dinilai tidak maksimal, sambungnya lagi.

Lanjutnya, jika mengacu pada keputusan Menteri Kesehatan yakni UTD hanya diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah atau Palang Merah Indonesia (PMI), maka RS Awal Bros Sorowako tidak bisa menyiapkan UTD lantaran berstatus swasta.

Olehnya itu, Pemerintah Daerah diminta segera mungkin menyiapkan UTD di wilayah Sorowako agar bisa melayani masyarakat sekitar seperti Wasuponda dan Towuti, tegas Rauf Dewang yang juga aktivis kemanusiaan Lutim.

“Hal ini sebenarnya tidak sulit, ketika pemerintah daerah mau berbuat, tinggal mereka duduk bersama dengan PT. Vale. Dan jika terjadi kesepakatan, Bupati bisa langsung mengeluarkan SK sehingga ada payung hukum bagi tenaga medis,” jelasnya.

Masih dikatakannya, saat ini terdapat Bank darah di Sorowako tetapi hal itu tidak bisa digunakan bagi pasien yang mengalami trombosit dan harus transfusi darah baru, lalu ketika UTD berada di RS Wotu kasihan keluarga pasien harus bolak balik melakukan pengurusan.

Maka dari itu, kami berharap dalam waktu dekat pemerintah daerah segera menyikapi persoalan ini. Jangan lagi dibiarkan berlarut-larut, kasihan pasien trombosit yang membutuhkan darah, imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Rosmini Pandin saat dikonfirmasi mengenai persoalan itu membenarkan kalau RS Awal Bros Sorowako tidak memiliki UTD tetapi hanya Bank darah.

“Sudah ada MoU dengan UTD RSUD I Lagaligo yang tersedia segala fasilitas. Mengenai kebutuhan, kan’ bisa komunikasi ke I Lagaligo untuk diproduksikan,” ujarnya.

Menurut dia, waktu itu pak Bupati sudah arahkan untuk hidupkan UTD PMI di RS Ussu dengan harapan bisa melayani wilayah atas dan Malili. Dan saat ini Sekertaris PMI tengah memperjuangkan bangunannya.

Perlu diketahui pula bahwa penyediaan UTD ini sudah diatur dalam keputusan Menteri Kesehatan, tetapi kalau PT. Vale bisa siapkan sarana dan prasarana, ya’ tentu PMI akan siap menjadi UTD PMI disana.

Jika sudah terbentuk, tentu strukturnya nanti akan diatur apakah SDM dan sarana dari PT. Vale yang disumbangkan demi kepentingan vale sendiri serta untuk masyarakat umum, terangnya.

Lanjut dr. Rosmini, bahwa usaha ini sudah berjalan. Sekertaris PMI telah mengusahakan bangunan, begitu bangunan ada maka Dinkes akan hadir untuk meramu semua sehingga lahirlah UTD PMI.

Tetapi hal itu kami mau RDP dulu dengan DPRD, mudah-mudahan cepat terkabul, sehingga ada legalitas, ada dana dan SDM, jelasnya.

“Persoalan di Sorowako ini tinggal sedikit, seandainya PT. Vale mau siapkan bangunan dan fasilitasnya, sehingga kami bisa masuk dengan sumber daya manusia (SDM), dan lahirlah UTD PMI sesuai aturan,” ucapnya.

Sebenarnya tambah Rosmini, MoU dengan RSUD I Lagaligo ini bisa smart, yang penting komunikasi, cepat, tepat dan selamat.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *