Example 728x250
Example 728x250
Input Metro

RS Wahidin Sudiro Husodo Keluhkan Tunggakan BPJS Kesehatan

555
×

RS Wahidin Sudiro Husodo Keluhkan Tunggakan BPJS Kesehatan

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAKASSAR, – RS Wahidin Sudiro Husodo Jl.Perintis Kemerdekaan KM. 11 mengeluhkan tunggakan pihak BPJS Kesehatan yang mencapai ratusan milyar rupiah yang berimbas kepada proses pelayanan dan mengalami keterlambatan penanganan kepada sejumlah pasien rumah sakit setiap harinya.

Keluhan ini disampaikan oleh Dirut RS Wahidin Sudiro Husodo dr Khalid Saleh saat mengadakan konferensi pers diruang Mother and Child usai melaksanakan apel hari jadinya yang ke 26 tahun ini. Rabu, (20/03/19) pagi tadi.

“Tunggakan mitra kami (BPJS Kesehatan) tentu memiliki dampak ke pelayanan. Karena kalau terlambat jelas itu akan memperlambat Case Rasio akibat keterlambatan pembayaran hutangnya,” tegas Khalid Saleh kepada wartawan.

Tunggakan hingga ratusan milliar rupiah oleh BPJS Kesehatan tersebut tidak dijelaskan secara terperinci jumlahnya. Namun kata Khalid, hutang yang selama ini belum terbayarkan ke pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan serta penanganan secara profesional oleh para petugas kesehatan bagi masyarakat di setiap ruangan penanganan.

“Tentu hal ini menjadi Buah simalakama kepada rumah sakit. Sebab hutang piutang yang ada di rekanan mengalami demotivisasi yang akan berdampak ke proses pelayanan namun piutang BPJS itu bisa kita optimalkan dengan berbagai variasi pelayanan dalam mengimbanginya,” keluhnya.

Selain itu, Khalid Saleh juga menjelaskan meskipun hutang piutang tersebut terus mengalami keterlambatan otomatis akan menimbulkan juga ketidakpercayaan masyarakat atau pasien ke pihak rumah sakit juga BPJS tentunya.

“Jika kepercayaan itu hilang dari para pasien atau masyarakat maka ini akan sangat urgen sekali,” tutupnya.

Diketahui, selain RS Wahidin Sudiro Husodo persoalan tunggakan pihak BPJS Kesehatan dirasakan juga oleh beberapa rumah sakit yang ada di Indonesia. Tak tanggung-tanggung jumlahnya hutang BPJS Kesehatan tersebut juga beragam setiap rumah sakit yang berkisar hingga mencapai triliunan rupiah.

Selain melambatnya proses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Diduga pihak rumah sakit pun mengalami defisit keuangan akibat keterlambatan pembayaran pihak BPJS Kesehatan tersebut. Masalah ini juga berdampak pada penyediaan alat-alat kesehatan dan obat-obatan yang tidak di cover oleh BPJS Kesehatan.

Liputan : Qudratullah | Editor : Amk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *