Example 728x250
Example 728x250
Input Palopo

Sedot APBN Ratusan Milyar, Pembangunan Terminal Kontainer Tanjung Ringgit Disoal

498
×

Sedot APBN Ratusan Milyar, Pembangunan Terminal Kontainer Tanjung Ringgit Disoal

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_PALOPO,–Pembangunan pengembangan sarana dan prasarana di Pelabuhan Tanjung Ringgit Kota Palopo dinilai gagal, bahkan dikerjakan tidak sesuai dengan peruntukannya. Hal ini disampaikan Anggota DPR RI Bahrum Daido usai melakukan kunjungan spesifik di kawasan Pelabuhan Tanjung Ringgit, belum lama ini.

Menurut Bahrum, pembangunan pengembangan Dermaga Tanjung Ringgit Palopo yang banyak menggunakan anggaran APBN, baik itu pembangunan dermaga ataupun pengerukan, termasuk terminal peti kemas. Namun untuk Pembangunan terminal peti kemas menurut pengawasan dari pihaknya tidak sesuai dengan anggaran yang digelontorkan.

Untuk pembangunan peti kemas itu menelan anggaran hingga 100 milyar dan dibangun sejak tahun 2011. Namun hingga 2018 tahun ini hasil yang terlihat sangat jauh dari apa yang diharapkan. Bahkan pelaksanaan pengembangannya terlihat di kerja asal asalan.“ peroalannya pada 2018 ini terkait pembangunan terminal peti kemas kembali digelontorkan anggaran penguatan sebesar 11 milyar, dan apa yang kami lihat sangat tidak sesuai dengan apa yang kami harapkan,” ungkap Bahrum.

Ditambahkan Bahrum, secara umum hasil peninjaun dan pemantaun dilapangan, terminal peti kemas yang saat ini di pelabuhan tanjung ringgit Palopo, sangat tidak efektif dan hanya menghamburan anggaran Negara. Dan sekaitan dengan hal tersebut, secepatnya pihak yang tergabung dalam komisi V akan melakukan rapat koordinasi secepatnya, dan akan dijadwalkan pada selasa depan, guna membahas keterlanjutan pembangunan dan pengembangan Pelabuhan tanjung ringgit.

“Kami harap semua pihak dapat melakukan pengawasan, sementara pihak komisi V melakukan pengawasan hingga tingkat Mentri sekaligus mencari tahu seperti apa sebenarnya pembangunan terminal peti kemas tersebut sehingga tidak dapat difungsikan, bahkan kondisinya justru memprihatinkan,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua komisi V DPR RI, Fari Djemi Francis saat ditemui di Bandara Lagaligo Bua. Menurutnya kunjungan komisi V DPR RI diluar dari harapan yang ada, bahkan apa yang ada dalam laporan yang mereka terima sangat tidak sesuai dengan apa yang ada dilapangan.“kami sangat sesalkan apa yang kami lihat di tanjung ringgit, karena jika membandingkan dengan anggaran yang digelontorkan sangat tidak sesuai dengan apa yang ada, bahkan sangat jauh dari apa yang diharapkan,“ tandasnya.

Lanjutnya, yang lebih tidak sehat adalah informasi yang ada dilapangan dari pihak Syahbandar dengan apa yang dijelaskan oleh Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Rahmatullah sangat berbeda bahkan saat dilakukan penyesuaian data justru terkesan ditutupi.

Berdasarkan informasi awal yang di daptkan dilapangan saat peninjaun adalah pembangunan Terminal Kontainer, namun pada laporan selanjutnya disebutkan bahwa pembangunan yang ada adalah pembangunan lahan parkir, sehingga ada ketidak jelasan terkait pengembangan yang ada di pelabuhan Tanjung Ringgit.

”Parahnya lagi saat dimintaki data tertulis terkait pembangunan di Tanjung Ringgit justru tidak ada sama sekali,” ungkap Fari Francis.

Dijelaskan Legislator Partai Gerakan Indonesi Raya (Gerindra ) ini, apapun yang disampaikan baik pihak Syahbandar maupun otoritas Pelabuhan Utama Makassar, itupun sangat jauh dari apa yang ada di lapangan.“apapun fungsi yang di maksud oleh pihak Syabandar apakah itu parkiran ataupun Terminal Kountener semuanya tidak layak, kondisinya sangat buruk, dilapangan kita lihat ada penurunan landasan yang menimbulkan genangan air, lokasi yang dimaksud juga justru ditempati untuk menampung timbunan seperti pasir yang terlihat menggunung dan ditumbuhi rumput sehingga terlihat sangat tidak terurus,” jelas Fari.

Berdasarkan apa yang dilihat dilapangan, pihak Komisi V DPR RI selanjutnya akan menindak lanjuti dan akan membentuk tim guna melakukan peninjaun yang lebih spesifik lagi kedepannya dan akan dilakukan investigasi lebih mendalam. Agar semuanya jelas, kami akan turunkan tenaga ahli agar ditemukan kesesuaian data yang sebenarnya dengan data yang ada di lapangan.

Diketahui, sebanyak 13 anggota Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke daerah Luwu dan Kota Palopo. Pada kunjungan spesifik kali ini guna melihat langsung proses pembangunan beberapa fasilitas umum seperti pembangunan kawasan Terminal Type A di Songka, Kecamatan Wara Selatan, Pembangunan Pelabuhan Tanjung Ringgit dan pengembangan terminal Dangarakko.

Liputan: Gy | Editor: Zhakral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *