Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Setahun Memimpin Lutim, Sawedi Muhammad Puji Ibas – Puspa: Berhasil Tunjukkan Tren Prestisius

743
×

Setahun Memimpin Lutim, Sawedi Muhammad Puji Ibas – Puspa: Berhasil Tunjukkan Tren Prestisius

Sebarkan artikel ini
{"data":{"activityName":"","alias":"","appversion":"0.0.1","editType":"image_edit","exportType":"ads_export","filterId":"","imageEffectId":"","os":"android","pictureId":"528e91f285cd4223a825720f9077d121","playId":"","product":"lv","infoStickerId":"","stickerId":""},"source_type":"vicut","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"source_type":"vicut","client_key":"aw889s25wozf8s7e","picture_template_id":"","capability_name":"retouch_edit_tool"}"}

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Kepimpinan H. Irwan Bachri Syam – Hj. Puspawati Husler (Ibas – Puspa) menahkodai Kabupaten Luwu Timur baru satu tahun. Ya’ boleh dikata baru memulai sesuatu yang diamanahkan masyarakat.

Dalam kurun waktu tersebut, ternyata Ibas – Puspa mampu menggerakkan roda pemerintahan sehingga mencapai keberhasilan disegala sektor yang berdampak pada masyarakat.

Keberhasilan kepemimpinannya di Luwu Timur tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi dari tingkat kepercayaan publik yang terus menguat.

Ketika masyarakat merasa dilibatkan dan didengar, maka stabilitas sosial tercipta, dan itu menjadi fondasi utama pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Ini lah yang dilakukan Ibas – Puspa, sehingga arah menuju Luwu Timur maju dan sejahtera (Juara) makin jelas,” ungkap Sosiolog Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr. Sawedi Muhammad, Rabu (25/2/2026).

Lanjutnya, capaian makro ekonomi Luwu Timur menunjukkan tren yang prestisius, terutama dalam pengendalian kemiskinan, penurunan pengangguran, serta stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah.

Berdasarkan data yang dirangkum, angka kemiskinan 5,79 persen, turun 0,76 persen. Turunnya angka kemiskinan tentu mempengaruhi angka pengangguran. Sebelumya, 5,42 persen atau 8,52 ribu jiwa, kini 3,70 persen atau setara 6,12 ribu jiwa pada 2025.

Sementara Indeks kedalaman (P1) dan keparahan kemiskinan (P2) ternyata ikut menurun. Indeks P1 turun 0,11 poin dari 1,20. P2 berada di 0,32, turun 0,07 poin dari Tahun 2024.

“Ini menandakan bahwa tata kelola pemerintahan berjalan efektif dan memiliki dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” lanjut Sawedi lagi.

Menurutnya, model kepemimpinan yang diterapkan oleh Bupati Irwan dan Wabup Puspa memperlihatkan kombinasi antara pendekatan teknokratis dan sentuhan sosial.

“Transparansi kebijakan, komunikasi publik yang konsisten, serta orientasi pada hasil menjadi faktor penting dalam membangun legitimasi pemerintahan di tengah masyarakat, dan itu mereka tunjukkan,” puji Sawedi.

Beberapa program unggulan yang telah dijalankan oleh Ibas-Puspa antara lain adalah Kartu Luwu Timur Pintar, Kartu Luwu Timur Sehat, dan Kartu Lansia. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memajukan sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *