INPUTRAKYAT_LUTIM,- Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menggelar silaturahmi bersama para pimpinan pondok pesantren dan madrasah se-Kabupaten Luwu Timur, Selasa (13/10/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di Rumah Kaca kediaman Bupati Luwu Timur, dalam rangka mematangkan persiapan pelaksanaan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2026.
Bupati Irwan menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya dapat berkumpul bersama para ulama dan tokoh pendidikan keagamaan yang dinilai merupakan bagian tak terpisahkan dari kemajuan kehidupan beragama di Luwu Timur.
“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih karena malam ini kita semua dapat hadir, bersilaturahmi, dan berdiskusi menyusun rencana kegiatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober nanti,” ujar Irwan.
“Kegiatan ini harus kita upayakan semaksimal mungkin. Bukan berlebihan, tetapi prinsip saya: setiap kegiatan yang kita laksanakan, terutama yang berkaitan dengan keagamaan, tidak boleh setengah-setengah. Ini sekaligus menjadi sarana syiar bagi kita semua di Kabupaten Luwu Timur,” tegasnya.

Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh seluruh agenda yang disepakati. Bupati juga mengajak para pimpinan lembaga pendidikan keagamaan untuk aktif menyampaikan usulan dan proposal ke pemerintah daerah, baik yang masuk dalam pembahasan APBD maupun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
“Usulan dari masyarakat menjadi dasar kita bertindak. Kami juga memprioritaskan rehabilitasi masjid di sepanjang jalan poros kabupaten agar layak digunakan jamaah dan menjadi tempat istirahat yang layak bagi para musafir,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Irwan juga memperkenalkan dan mengajak dukungan terhadap program unggulan daerah, “Pejuang Subuh”, yang mendorong siswa sekolah negeri untuk rutin melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid terdekat dari tempat tinggalnya.
Program ini akan disinergikan dengan partisipasi santri pondok pesantren. Sebagai bentuk apresiasi, guru Pendidikan Agama Islam dan pengawas yang konsisten membina program ini akan diundi setiap bulannya untuk mendapatkan kesempatan beribadah ke Tanah Suci.

Bupati berharap forum komunikasi antar-pimpinan pondok pesantren dapat terbentuk secara rutin guna memperkuat sinergi dan memudahkan penyampaian program. Terkait Hari Santri Nasional, Bupati meminta masukan dari seluruh elemen agar kegiatan pada 22 Oktober 2026 tidak hanya berjalan khidmat dan bermakna, tetapi juga membawa dampak positif berkelanjutan bagi perkembangan lembaga pendidikan Islam di Luwu Timur.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu Timur, Rusdidaming, menyampaikan kabar gembira bahwa Kabupaten Luwu Timur berpeluang besar ditunjuk kembali sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, yang rencananya akan digelar pada bulan Mei mendatang.
“Insyaallah mendekati bulan Mei, kemungkinan besar kita akan ditunjuk kembali menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi yang ke-35, dan kita pasti siap untuk menyambutnya,” ujarnya.
Kepala Kemenag Lutim juga menyampaikan terima kasih atas kesempatan berdiskusi langsung dengan Bupati. Menurutnya, sejak menjabat empat bulan lalu, ini adalah momen pertama kali dapat duduk bersama Bupati secara khusus membahas hal-hal keagamaan. Kehadiran para pimpinan pondok dan madrasah pun disambut antusias — banyak yang bahkan sempat bertanya, “benarkah kita diundang ke rumah Bupati untuk bersilaturahmi malam ini?” Hal itu menunjukkan betapa selama ini lembaga pendidikan keagamaan di daerah ini menantikan kebersamaan semacam ini.
“Doa dan niat kita ternyata diijabah, sehingga malam ini kita semua dapat berkumpul dan bersilaturahmi bersama Bupati kita,” ungkapnya.
Ia juga melaporkan bahwa di Kabupaten Luwu Timur terdapat 86 lembaga pendidikan yang dibina oleh Kementerian Agama, dengan jumlah santri dan siswa kurang lebih 8.000 orang yang tersebar di seluruh kecamatan.
Terkait peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober, pihaknya menyampaikan bahwa para ustadz dan pimpinan pondok meminta agar kegiatan tahun ini kembali dipusatkan di tingkat kabupaten, mengingat tahun sebelumnya dilaksanakan secara terpisah di masing-masing pondok pesantren.
Atas usulan tersebut, Bupati Irwan Bachri Syam langsung menyetujui dan memerintahkan agar kegiatan Hari Santri Nasional tahun ini diselenggarakan secara terpusat di tingkat kabupaten.
Hadir dalam silaturahmi tersebut, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, Anggota DPRD Lutim Nurchalis Azis, Kepala Kantor Kementerian Agama Lutim Rusdi Daming, serta seluruh pimpinan pondok pesantren dan madrasah se-Kabupaten Luwu Timur. (Rama).














