Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Input Lutra

Soal Jenazah yang Digotong Sejauh 36 Km, Pemerintah Daerah Tidak Tutup Mata

111
×

Soal Jenazah yang Digotong Sejauh 36 Km, Pemerintah Daerah Tidak Tutup Mata

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INPUTRAKYAT_LUTRA, —  Adanya pemberitaan yang disertai foto terkait jenazah Mesak Wungko, yang digotong sejauh 36 km yang saat ini menjadi viral di media sosial, rupanya membuat Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani sangat prihatin dan segera memanggil beberapa SKPD teknis guna menyikapi kejadian tersebut dan menanyakan progress pembukaan akses jalan dan fasilitasi kesehatan di Puskesmas Rampi.Kamis,7/12/17.

Saya kira semua ini ada hikmahnya, utamanya bagi jajaran pemerintah daerah untuk melakukan percepatan pembangunan, khususnya terkait infrastruktur jalan ke Kecamatan Rampi” ujar Bupati Indah Putri saat ditemui di ruang kerjanya.

Example 300x600

Apa yang terjadi di Rampi itu, kata Indah, menjadi pelajaran bagi semua, bukan hanya pemerintah daerah, tetapi seluruh masyarakat Luwu Utara, bahwa untuk menyelesaikan persoalan tersebut dibutuhkan kebersamaan, kekompakan, kerjasama dan koordinasi antarstakeholder, terutama dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat.

Untuk itu, terkait akses jalan, Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara jauh sebelumnya sudah berupaya mempercepat proses penyelesaian pekerjaan jalan dari Masamba menuju Rampi. “Sebelum ada peristiwa ini, Pemda sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya percepatan penyelesaian pekerjaan jalan menuju Rampi, dengan membuka beberapa titik jalan. Alat berat kami sudah lama beroperasi di sana,” ungkap Indah.

Namun, semua itu, lanjut Indah, butuh proses karena pekerjaan jalan di medan yang berat seperti Rampi membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Pemerintah juga tengah mengupayakan agar jalan tersebut berubah status menjadi jalan negara mengingat akses jalan itu menghubungkan dua provinsi, yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah. Bukan itu saja, dengan kondisi lahan yang cukup labil karena berada di wilayah hutan lindung mengakibatkan pekerjaannya menyita waktu yang cukup panjang.

“Pemerintah daerah tidak pernah menutup mata, apalagi tidur, melihat kondisi ini. Sudah setahun belakangan kami berupaya membuka akses jalan baru menuju Rampi yang progressnya sudah mencapai 3 km dari target 6 km dengan dana APBD 2017. Titik nol dari dusun Tolada Desa Leboni ke dusun Lekko desa Leboni. Walaupun medannya sangat berat namun diusahakan selesai akhir tahun dan sudah dapat dilalui roda empat dari Masamba ke Onondowa Rampi,” terang Indah.

Juga di tahun 2019, direncanakan dibuka akses jalan baru 30 km melalui hutan lindung dari desa Tedeboe Rampi ke desa Singkalong Seko, yang tentunya dapat dilaksanakan jika sudah mendapat persetujuan dari Pemerintah Pusat. “Tapi ini bukan pekerjaan sim salabim. Saya berkali-kali katakan ke seluruh jajaran Pemkab Lutra, pemerintah harus hadir memberi solusi, apapun kondisi masyarakat kita ,” ucapnya.

Upaya lain yang tengah dilakukan pemerintah daerah adalah memperlancar akses lewat udara. “Insya Allah mulai 2018, pemerintah bakal mendatangkan pesawat kargo, sebuah pesawat khusus untuk mengangkut barang atau komoditi lainnya. “Tolong dicatat, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia telah memprogramkan Luwu Utara untuk pengangkutan kargo ke wilayah Seko dan Rampi pada Januari 2018,” ungkapnya.

Komitmen Pemda juga ditunjukkan dengan tersedianya fasilitas kesehatan di daerah terpencil seperti Puskesmas Rawat Inap di desa Sulaku Rampi dengan tenaga medis dan lainnya, sesuai Permenkes 75 tahun 2014 tentang Puskesmas. “Untuk infrastruktur kesehatan, kita juga telah membangun Puskesmas Rampi yang dulunya cuma bisa rawat jalan, sejak Juli 2017 sudah menjadi rawat inap dengan 144 peyakit yang tidak boleh dirujuk, harus selesai di Puskesmas,”Tutup Indah.

Liputan: Rama

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *