Sungai Malili Keruh, DLH Lutim Tinjau Sediment Pond PT CLM, Begini Hasilnya

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Akhir-akhir ini Kabupaten Luwu Timur diguyur hujan deras. Akibatnya, Sungai Malili mulai tampak keruh.

Meski demikian, diketahui bersama di hilu Sungai tersebut terdapat aktivitas tambang nikel yakni PT Citra Lampia Mandiri (CLM).

Fauzi Lukman selaku Supervisor Eksternal PT. CLM menjelaskan, bahwa jarak antara sediment pond PT CLM dengan muara Sungai Pongkeru berkisar 5 KM, ungkapnya, Jumat (08/01/2020).

Menurutnya, dengan jarak seperti itu tipis kemungkinan limbah yang berada di dalam sediment pond akan meluap ke DAS Sungai Pongkeru.

Sementara itu, bangunan sediment pond juga tidak terjadi kerusakan atau jebol serta tidak terjadi pula luapan air limbah, sambungnya lagi.

Kemarin pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur yang dipimpin langsung Kadis LH, Andi Tabacina sudah turun mengecek kondisi ini.

Dari analisis mereka tambahnya, bahwa limbah kami masih dibawah ambang batas baku mutu yang artinya masih dalam kondisi aman.

Sementara itu, Kabid Penataan dan Penaatan DLH Lutim, Nasir Dj yang turut dalam pengecekan mengatakan, secara umum kondisi sediment pond CLM yang terdiri dari 4 lokasi yakni sediment Pond A, B, C maupun D masih berfungsi dengan baik.

Adapun estimasi luasan lokasi masing-masing sedimen pond sekitar 1 hektar, jadi total keseluruhan luasan area sedimen tersebut yakni 4 hektar, yang didalamnya terdiri dari beberapa kompartemen berfungsi sebagai tempat treatmen limbah limpasan tambang dari Blok Kandeapi yang terdiri atas PIT A dan pit B dengan luasan bukaan kedua sekitar 60 Ha, jelasnya.

Selain itu kata dia, berdasarkan hasil pemeriksaan uji lapangan dengan menggunakan alat portable terhadap parameter TSS (total suspensed solid) yakni 200 mg/L dan pH= 6-9, artinya masih jauh dari batas baku mutu limbah pertambangan nikel sesuai dengan peraturan Menteri Lingkungan hidup nomor 09 tahun 2006 tentang baku mutu air limbah bagi usaha dan kegiatan pertambangan bijih nikel.

“Walaupun demikian terkait dengan dugaan perubahan warna air Sungai Malili beberapa hari yang lalu, pemerintah akan mencoba untuk melakukan identifikasi pemetaan spasial secara holistik dari hulu hingga hilir dari DAS Pongkeru tersebut dan rencananya akan diagendakan rapat koordinasi dengan seluruh instansi terkait dan pemangku kepentingan pada hari senin tgl 12 Januari 2021, hasilnya akan segera kami sampaikan seperti apa bentuk teknisnya nantinya,” tutupnya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *