INPUTRAKYAT_MAJENE,–Stunting masih menjadi tantangan serius di Indonesia, dan Desa Pamboborang di Kabupaten Majene menunjukkan langkah positif dengan menemukan kasus gizi buruk, Sabtu (13/1/2024) kemarin,
Pelaksana Tugas (Plt) Kades Pamboborang, Moch. Hamzary dan timnya berhasil mengidentifikasi kasus gizi buruk yang menimpah Muh. Arsyad, seorang balita berusia 9 bulan dari Dusun Konja Selatan, Desa Pamboborang.
Wakil Bupati Majene, Aris Munandar mengapresiasi upaya pemerintah Desa Pamboborang dalam menangani masalah stunting dan gizi buruk, ungkapnya, Minggu (14/1/2024).
“Kita memberikan apresiasi dan menganggap ini sebuah prestasi yang dilakukan Pelaksana Tugas (PLT) Desa dalam membangun kolaborasi baik terhadap penekanan angka stunting dan gizi buruk di Kabupaten Majene,” ungkap Aris Munandar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kades Pamboborang, Moch. Hamzary mengatakan, bahwa temuan ini bermula dari laporan warga dan kerjasama yang baik dengan bidan di Desa.
“Setelah diketahui, saya bersama bidan di Desa langsung mendatangi kediaman anak tersebut dan melihat kondisinya yang begitu memprihatinkan,” ujarnya.
Tanpa ragu, mereka segera membawa anak tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene untuk mendapatkan perawatan medis.
“Alhamdulillah, sudah berada di RSUD. Mengenai jaminan pengobatan saya akan pastikan Pemerintah Desa Pamboborang memberikan yang terbaik buat masyarakatnya,” tambahnya.
Pasien yang mengalami gizi buruk, Muh. Arsyad, kini berada di RSUD Majene dengan berat badan 4,8 kg.
Plt Kades Pamboborang menegaskan, komitmen untuk memberikan perhatian dan dukungan maksimal terhadap kesembuhan anak tersebut, serta terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatasi masalah gizi buruk dan stunting di wilayah mereka.














