Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Tidak Koordinasi ke Pemda Lutim Bongkar Material di Pelabuhan Waru-waru, IHIP: Kami Mohon Maaf

2779
×

Tidak Koordinasi ke Pemda Lutim Bongkar Material di Pelabuhan Waru-waru, IHIP: Kami Mohon Maaf

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–PT. Indonesia Huali Industry Park (IHIP) meminta maaf kepada pemerintah daerah Luwu Timur tidak berkoordinasi melakukan aktivitas pembongkaran material di Pelabuhan Waru-waru.

Permohonan maaf tersebut disampaikan Manager Eksternal PT. IHIP, Syamsul Darmawan melalui media ini, Minggu (8/6/2025).

“Kami (IHIP) meminta maaf atas kejadian ini, karena tidak berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait aktivitas bongkar material di Pelabuhan Waru-waru,” ucapnya.

“Material ini tiba-tiba datang dan tidak sempat berkoordinasi ke Pemda Lutim. Terlepas dari itu, kami mengakui kelalaian itu, dan sekali lagi kami meminta maaf yang sebesar-besarnya,” tuturnya lagi.

Terkait aktivitas itu menurutnya, kalau pihaknya hanya berkoordinasi dengan Syahbandar dan Kepolisian untuk melakukan pendampingan angkutan material ke Enggano, dan ini tidak ada unsur kesengajaan, sekali lagi kami meminta maaf ke Pemda Lutim.

Dijelaskannya, bahwa material yang dibongkar tersebut merupakan milik PT. HNI, perusahaan bagian dari kami. Ia menyebut, sebanyak 2 kontainer yang datang dari Pomala, Sultra.

“Sebanyak 15 kontainer barang yang akan datang, untuk sementara baru dua kontainer tiba. Barang ini berupa peralatan kantor dan mes yang dibawa ke Enggano wilayah PT. Vale,” bebernya.

“PT. HNI akan akan berkantor di Enggano, yang nantinya membangun pipa water intake, lintasan Nikel cair berkadar rendah dari Sorowako ke Lampia,” sambungnya lagi.

Semebtara perusahaan PT. IHIP kata Syamsul, kami akan membangun smelter di Lampia. Ia menggambarkan, smelter ini yang dibangun nantinya bukan dalam bentuk tungku.

“Smelter yang dibangun berupa Autoclaves – POX / HPAL berbentuk kapsul sepanjang 55 meter dengan berat 1.200 ton. Projek ini ramah lingkungan yang hanya mengeluarkan polusi 7,8 persen saja,” jelasnya.

Untuk sementara lanjutnya, IHIP sedang mentuntaskan perizinannya, ketika sudah rampung, kami langsung running, karena material kami sudah standby.

“Sekali lagi kami minta maaf atas kelalaian kami tidak berkoordinasi ke Pemda Lutim, dan kedepan kami akan terus melakukan koordinasi terkait aktivitas PT. IHIP dan PT. HNI,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *