Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Tidak Perlu Pulang Kampung, Mahasiswa Sudah Bisa Urus Pencairan Beasiswa Tahap 1 di Makassar, PP IPMALUTIM Apresisasi Pemda Lutim

761
×

Tidak Perlu Pulang Kampung, Mahasiswa Sudah Bisa Urus Pencairan Beasiswa Tahap 1 di Makassar, PP IPMALUTIM Apresisasi Pemda Lutim

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAKASSAR,— Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu Timur (PP IPMALUTIM) mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur atas kebijakan membuka layanan pencairan Beasiswa Tahap I, berupa pengambilan buku tabungan dan Kartu Pintar Beasiswa Luwu Timur Juara, yang untuk pertama kalinya dilaksanakan langsung di Kota Makassar.

Ketua Umum PP IPMALUTIM, Haikun Candra S, menyampaikan bahwa langkah ini sangat membantu mahasiswa asal Luwu Timur yang sedang menempuh pendidikan di Kota Makassar. Biasanya, mahasiswa harus pulang ke daerah dengan biaya transportasi yang cukup besar, namun tahun ini pemerintah menghadirkan solusi yang meringankan beban mahasiswa.

“Ini menjadi sejarah baru dalam perjalanan Beasiswa Luwu Timur. Selama bertahun-tahun pelayanan hanya dibuka di Luwu Timur, tetapi kali ini pemerintah hadir lebih dekat dengan mahasiswa. Kami sangat mengapresiasi langkah ini karena benar-benar meringankan beban teman-teman mahasiswa,” ungkap Haikun.

Pelayanan pencairan beasiswa tersebut dibuka di Kantor Bank Sulselbar Capem Daya, yang menjadi pusat layanan bagi mahasiswa penerima beasiswa yang berkuliah di Kota Makassar.

Meski pada hari pertama sempat terjadi beberapa kendala teknis, PP IPMALUTIM langsung melakukan koordinasi intensif dengan panitia beasiswa. Berkat komunikasi yang baik dan respons cepat, semua kendala dapat diselesaikan sehingga pelayanan dapat kembali berjalan lancar.

Awalnya, layanan pencairan di Makassar hanya dijadwalkan selama dua hari. Namun melihat jumlah penerima beasiswa yang cukup banyak, PP IPMALUTIM kemudian berkoordinasi dengan Pemerintah Luwu Timur, khususnya Bidang Kesra, dan diteruskan kepada pihak Bank Sulselbar. Hasilnya, waktu pelayanan resmi diperpanjang menjadi 5 hari.

“Penambahan waktu pelayanan ini sangat kami syukuri. Artinya pemerintah benar-benar melihat kebutuhan mahasiswa. Ini contoh koordinasi yang baik antara organisasi mahasiswa, pemerintah, dan pihak bank,” tambah Haikun.

Sementara itu, salah satu mahasiswa penerima beasiswa, Imamul hakim, turut menyampaikan apresiasinya.

“Kami sangat terbantu dengan pelayanan yang dibuka di Makassar. Tidak perlu lagi pulang kampung hanya untuk ambil buku tabungan. Ini menghemat biaya dan waktu kami. Terima kasih kepada pemerintah dan PP IPMALUTIM yang ikut memperjuangkan penambahan hari pelayanan,” ujarnya.

Tahun ini, beasiswa Luwu Timur tidak hanya mengalami peningkatan nominal, tetapi juga peningkatan kualitas pelayanan yang terasa lebih mudah, cepat, dan berpihak kepada mahasiswa.

PP IPMALUTIM berharap inovasi pelayanan seperti ini dapat menjadi standar baru agar mahasiswa semakin merasakan manfaat beasiswa, baik dari segi kemudahan maupun efektivitas layanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *