Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Tombak Pusaka Ratusan Tahun Dibawa Pompessi Luwu ke Gau Maraja Bone, Diserahkan ke Bupati

118
×

Tombak Pusaka Ratusan Tahun Dibawa Pompessi Luwu ke Gau Maraja Bone, Diserahkan ke Bupati

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM – Pompessi Luwu turut ambil bagian dalam Festival Budaya Tahunan Gau Maraja Bone 2026 yang digelar di Lapangan Merdeka Arung Palakka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Festival budaya tersebut berlangsung selama enam hari, mulai 25 hingga 30 September 2026.

Kehadiran Pompessi Luwu menjadi salah satu bagian dalam upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya dan benda pusaka yang masih dijaga oleh masyarakat Luwu.

Dalam kegiatan tersebut, Pompessi Luwu mengikuti pameran benda pusaka dengan membawa sejumlah koleksi peninggalan budaya.

Selain pameran, Pompessi Luwu juga ambil bagian dalam Kirab Budaya Gau Maraja.

Kirab tersebut diisi dengan pawai atau karnaval yang menampilkan pakaian adat, simbol kebudayaan, serta berbagai ritual dan tradisi dari sejumlah daerah.

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan berbagai komunitas dan pemerhati budaya untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara kepada masyarakat.

Ketua Pompessi Luwu, Adi Amrisal, mengatakan keikutsertaan Pompessi Luwu dalam Gau Maraja Bone bukan sekadar menghadiri kegiatan budaya.

Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan identitas budaya Luwu sekaligus mempererat hubungan kebudayaan antara masyarakat Luwu dengan masyarakat Bone.

“Kami hadir membawa semangat untuk menjaga dan memperkenalkan warisan budaya Luwu. Benda pusaka bukan hanya benda lama, tetapi memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian dari identitas masyarakat,” ujar Adi Amrisal.

Ia berharap kegiatan seperti Gau Maraja dapat terus digelar secara berkelanjutan.

Terlebih, festival budaya dinilai dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal sejarah, tradisi dan peninggalan leluhur.

Serahkan Tombak Pusaka ke Bupati Bone

Ada momen khusus dalam keikutsertaan Pompessi Luwu di Gau Maraja Bone 2026.

Ketua Pompessi Luwu, Adi Amrisal, menyerahkan cendera mata berupa tombak milik Pompessi Luwu yang telah berusia ratusan tahun kepada Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman.

Penyerahan tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus bentuk persaudaraan budaya antara Luwu dan Bone.

Tombak tersebut merupakan salah satu benda pusaka yang memiliki nilai sejarah bagi Pompessi Luwu.

Tak hanya kepada Bupati Bone, Pompessi Luwu juga menyerahkan cendera mata kepada panitia Gau Maraja.

Wakil Ketua Pompessi Luwu, Wawan, menyerahkan cendera mata berupa tombak pusaka berusia ratusan tahun kepada H. Andi Promal Pawi, selaku Ketua Panitia Gau Maraja Bone 2026.

Penyerahan benda pusaka tersebut disambut sebagai bagian dari hubungan silaturahmi antarkomunitas budaya.

Pompessi Luwu berharap keterlibatan dalam Gau Maraja Bone dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pelestarian budaya di Sulawesi Selatan.

Selain menjaga benda pusaka, pelestarian budaya juga dinilai penting dilakukan melalui pengenalan pakaian adat, ritual tradisi, sejarah serta nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda.

Festival Gau Maraja Bone 2026 sendiri menjadi salah satu ruang pertemuan budaya yang mempertemukan masyarakat, komunitas, pemerhati sejarah, serta pelaku kebudayaan dari berbagai daerah.

Keikutsertaan Pompessi Luwu sekaligus menunjukkan bahwa kekayaan budaya Sulawesi Selatan tidak berdiri sendiri, melainkan saling terhubung melalui sejarah, tradisi dan hubungan antarmasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *