Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Tujuh Bus Sekolah Balambano Direkomendasikan Diganti, Warga Harap Armada Baru Segera Disiapkan

54
×

Tujuh Bus Sekolah Balambano Direkomendasikan Diganti, Warga Harap Armada Baru Segera Disiapkan

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM — Kondisi armada bus sekolah yang melayani pelajar di Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, menjadi perhatian masyarakat setelah tujuh unit kendaraan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan teknis berdasarkan hasil uji kelayakan kendaraan atau KIR.

Persoalan tersebut dibahas dalam pertemuan yang digelar di Aula Kantor Desa Balambano, Kamis (24/9/2026). Pertemuan ini menjadi ruang untuk membahas kondisi armada sekaligus mencari solusi agar pelayanan transportasi bagi pelajar tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan.

Rapat dihadiri pihak eksternal PT Vale, Iskandar Ismail, Kepala Desa Balambano Muhammat Ronal, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Luwu Timur Andi Rahmat Reski, Kepala Dusun Habir Wakka, para ketua RT, pemuda, ibu-ibu, serta sejumlah undangan lainnya.

Pertemuan tersebut juga menindaklanjuti surat PT Vale Indonesia Tbk Nomor 01908/SDP-SIX/2026 tertanggal 23 September 2026.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Timur, Andi Rahmat Reski, menjelaskan bahwa pemeriksaan telah dilakukan terhadap tujuh bus sekolah yang merupakan bagian dari program CSR PT Vale.

“Hasil pemeriksaan uji kelayakan kendaraan atau uji KIR untuk seluruh bus CSR PT Vale ada tujuh unit, dan kami merekomendasikan untuk dilakukan pergantian,” ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, kondisi kendaraan perlu mendapat perhatian karena armada tersebut telah digunakan selama sekitar tujuh tahun.

“Perlu diketahui, bus ini sudah sekitar tujuh tahun. Setelah dilakukan KIR, kondisinya sudah tidak layak pakai,” katanya.

Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar untuk mendorong adanya pembaruan armada sehingga layanan antar-jemput pelajar dapat berlangsung dengan kendaraan yang memenuhi standar keselamatan.

Layanan bus sekolah di Balambano merupakan bagian dari dukungan transportasi bagi masyarakat di wilayah yang berkaitan dengan aktivitas PT Vale. Program tersebut didukung melalui dana CSR perusahaan untuk membantu kebutuhan transportasi para pelajar.

Dalam pertemuan itu, aspek operasional bus juga turut dibahas. Pihak pengelola menyampaikan bahwa dukungan operasional yang diterima dari CSR PT Vale sebesar Rp16 juta per bulan untuk satu unit bus.

Menurut pihak pengelola, anggaran tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional, antara lain gaji sopir, bahan bakar dan perawatan kendaraan.

“Anggaran yang diberikan sebesar Rp16 juta per bulan untuk satu bus. Menurut kami, dana tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional seperti gaji sopir dan bahan bakar,” jelas pihak pengelola.

Warga Desa Balambano juga berharap keberadaan bus sekolah tetap dipertahankan dan kualitas armadanya dapat ditingkatkan.

Pemuda sekaligus warga Desa Balambano, Yolan Johan, meminta agar kondisi kendaraan yang digunakan untuk mengangkut pelajar mendapat perhatian secara berkala.

Menurutnya, pemeriksaan rutin penting dilakukan mengingat bus melayani pelajar setiap hari dan harus melewati kondisi jalan dengan karakteristik yang beragam.

“Bus yang disewa oleh pengelola seharusnya setiap tiga bulan dicek dan dilakukan investigasi,” ujarnya.

Yolan juga berharap penggantian armada dapat segera dilakukan setelah adanya rekomendasi hasil uji kelayakan kendaraan.

Ia menilai kebutuhan armada yang aman menjadi semakin penting karena sejumlah rute yang dilalui bus memiliki tanjakan, turunan dan medan yang cukup menantang.

“PT Vale harusnya paham bahwa persoalan rute ini memiliki medan tanjakan, turunan dan jurang yang sangat terjal. Sangat berbahaya untuk keselamatan anak-anak sekolah ketika naik bus yang tidak layak,” tegasnya.

Karena itu, warga berharap tersedia armada baru yang memenuhi standar keselamatan dan mampu mendukung kebutuhan transportasi pelajar di Desa Balambano.

“Kami berharap ada bus baru dan ada bus yang siap mengantar jemput anak sekolah. Kalau perlu, bus PT Vale yang langsung mengantar dan menjemput,” kata Yolan.

Ia juga berharap kebutuhan transportasi pelajar dapat menjadi bagian dari penguatan program pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Sementara itu, Andi Rahmat mengatakan pihaknya akan berupaya mendorong solusi agar persoalan kelayakan kendaraan tidak mengganggu akses transportasi siswa menuju sekolah.

Dengan adanya hasil pemeriksaan tersebut, pembaruan tujuh armada menjadi salah satu opsi yang kini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

Pemerintah Desa Balambano, Dinas Perhubungan, PT Vale dan pengelola bus diharapkan dapat terus berkoordinasi untuk memastikan layanan antar-jemput pelajar tetap berjalan.

Bagi masyarakat, keberlanjutan layanan transportasi tetap penting, namun keselamatan siswa menjadi pertimbangan utama dalam setiap penggunaan armada bus sekolah.

(Solihin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *