INPUTRAKYAT_LUTIM,—UPT SDN 225 Karebbe, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, sukses menjadi tuan rumah puncak peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (HCTPS) Sedunia 2026 yang berlangsung meriah di lapangan sekolah tersebut, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini diikuti sekitar 177 tamu undangan dan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan pelajar, tentang pentingnya menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat sejak dini.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Luwu Timur yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Luwu Timur, Aini Endis Anrika, S.STP., M.M.

Turut hadir dalam kegiatan itu jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Luwu Timur, Polsek Malili, Satpol PP, pimpinan PT Vale Indonesia Tbk, PT Citra Lampia Mandiri, kepala sekolah dampingan, Pemerintah Desa Laskap, Komite Sekolah, serta sejumlah pihak yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan.
Kepala UPT SDN 225 Karebbe, Ayusnita Wahab, S.Pd., mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya untuk menjadi tuan rumah peringatan HCTPS Sedunia tahun ini.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi dan dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan anak dan lingkungan sekolah.
“Saya sebagai kepala sekolah sangat bangga UPT SDN 225 Karebbe bisa menjadi tuan rumah kegiatan Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia tahun ini.
Kegiatan ini terlaksana dengan sangat sukses berkat kolaborasi seluruh pihak,” ungkap Ayusnita.
Ia berharap, peringatan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan sehat yang diterapkan secara konsisten oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan saya ke depannya, semoga kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti di momen perayaan saja, tetapi tetap berlanjut dan menjadi pembiasaan baik yang melekat dalam kehidupan sehari-hari anak-anak kita,” tambahnya.
Edukasi Enam Langkah Cuci Tangan Pakai Sabun
Peringatan HCTPS Sedunia 2026 tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dirangkaikan dengan edukasi kesehatan yang melibatkan siswa dan para undangan.
Dalam kegiatan tersebut, para dokter kecil bersama siswa memperagakan enam langkah mencuci tangan pakai sabun yang benar.

Edukasi ini bertujuan menanamkan pemahaman tentang pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir untuk membantu mencegah penyebaran penyakit.
Melalui edukasi sejak dini, para siswa diharapkan mampu menjadikan kebiasaan mencuci tangan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Menariknya, kegiatan ini juga mengusung konsep ramah lingkungan. Panitia mengimbau seluruh peserta membawa botol minum atau tumbler masing-masing serta menyediakan fasilitas pengisian ulang air minum.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sekaligus menanamkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan kepada para siswa.
Kolaborasi Berbagai Pihak Dukung Keberhasilan Kegiatan,Kesuksesan pelaksanaan HCTPS Sedunia 2026 di UPT SDN 225 Karebbe tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak.
Kegiatan ini mendapat dukungan melalui Program Healthier Smiles yang diimplementasikan oleh Yayasan Celosia Marennu Indonesia bersama Save the Children dan MARS Snacking Foundation.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Laskap, Komite UPT SDN 225 Karebbe, serta partisipasi aktif mahasiswa KKN Universitas Andi Djemma (UNANDA) Palopo.
Sinergi tersebut menjadi bukti bahwa upaya meningkatkan kesehatan anak dan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari pihak sekolah, pemerintah, organisasi, dunia usaha, hingga masyarakat.
Melalui peringatan HCTPS Sedunia 2026, UPT SDN 225 Karebbe menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang peduli terhadap kesehatan, kebersihan, dan kelestarian lingkungan.
Dengan semangat “Gigiku Kuat, Tubuhku Sehat!”, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan generasi yang sehat, peduli, dan mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini.(Solihin).














