INPUTRAKYAT_LUTIM,–Warga Desa Kalaena dan Desa Karambua, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, geram lantaran pemilik tambang galian golongan C (TGC) bebas melenggak lenggok beroperasi tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan.
Adanya aktivitas itu, dapat berpotensi banjir dan longsor dikarenakan Sungai Powosoi mengalami abrasi serta kerusakan ekosistem disekitarnya.
Dari persoalan itu, warga setempat kerap kali menegur pemilik tambang dan bahkan melakukan aksi unjuk rasa untuk menghentikan aktivitas tersebut.
Hal itu diungkapkan warga setempat yang enggan di publikasikan namanya kepada InputRakyat.co.id, Sabtu (13/10/18).
“Kami sering tegur pemilik tambang dan bahkan kami demo namun tidak pernah diindahkan,” katanya.
Parahnya, selain mengalami abrasi di bibir sungai serta kerusakan ekosistem, juga dikhawatirkan akan berdampak pada amblasnya jembatan penghubung Jalan trans Sulawesi dikarenakan tanah penyanggah Jembatan saat ini telah bergeser, ujarnya.
Menurutnya, persoalan ini kami sudah sampaikan ke Bupati Luwu Timur. Alhasil, Bupati menghentikan paksa aktivitas tersebut.
Selang dua bulan pasca dihentikan, tambang tersebut kembali beroperasi sampai saat ini dan bergeser ke lahan miliknya.
“Kami kembali tegur agar aktivitas itu dihentikan, namun pemilik tambang berdalih kalau Ia sudah mengantongi izin dari pemerintah daerah, sehingga kami tidak dapat berbuat apa-apa, ditambah lagi dukungan Kades Kalaena yang merupakan saudara pemilik tambang,” bebernya.
Oleh sebab itu, kami pemerintah Pemerintah Daerah menyikapi hal ini. Karena aktivitas itu sangat merugikan kami, tutupnya.

Liputan: Arif | Editor: Amk.














