Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Warga di Wilayah Tambang PT. CLM Gelar Unjuk Rasa, Ini Tuntutannya

1122
×

Warga di Wilayah Tambang PT. CLM Gelar Unjuk Rasa, Ini Tuntutannya

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Sedikitnya 300 orang asal desa Pongkeru, Harapan dan Laskap, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, bakal menggelar unjung rasa.

Terlihat ratusan massa ini berkumpul di salah satu rumah warga di dusun Balambano Indah, desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Selasa (15/05/18).

Diketahui, aksi tersebut menuntut diturunkannya Manajemn PT. Asia Pacific Mining Resources (APMR) yang berkedudukan di Malili.

Pasalnya, PT. APMR disinyalir tak mengacu pada aturan main yang ada serta diduga tiga oknum manajemen APMR bermain mata dengan pihak PT. Citra Lampia Mandiri (CLM) selaku pemegang IUP di lokasi tambang desa Pongkeru.

Hal itu dibuktikan dengan memudahkan Kontraktor dari luar untuk menyuplai alat serta kebutuhan tambang dan menyampingkan Kontraktor lokal yakni wilayah pemberdayaan, hal tersebut diungkapkan Faisal selaku Koordinator massa kepada InputRakyat.co.id.

“PT. APMR dan PT. CLM diduga main mata mempermudah kontraktor luar dalam hal ini diluar wilayah pemberdayaan untuk menyuplai alat kebutuhan perusahaan, sementara kontraktor lokal tak diperhitungkangkan alias dipandang sebelah mata,” ujarnya.

Menurutnya, kami kontraktor lokal mampu menyediakan semua kebutuhan alat ataupun barang jasa yg berhubungan dengan tambang.

Senda dari itu, Tidar salah seorang massa mengatakan, pihak perusahaan melakukan perekrutan karyawan hanya memilih orang terdekat mereka dan menempatkan posisi penting di tambang.

Lanjut Tidar, saat perekrutan tenaga kerja pihak perusahaan tak berkoordinasi denga desa setempat atau menyampaikan ke masyarakat lokal. Padahal faktanya banyak orang lokal mampu bekerja di posisi tersebut, tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, dari pantauan InputRakyat.co.id sejumlah warga terimbas aktivitas tambang satu persatu berdatangan di tempat berkumpulnya massa dan menunggu pihak perusahaan untuk membahas persoalan tersebut.

Liputan: Anca | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *