Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Waspada Peretasan WhatsApp, Dua Kepala Sekolah di Luwu Timur Jadi Sasaran, Pelaku Minta Uang hingga Pulsa

93
×

Waspada Peretasan WhatsApp, Dua Kepala Sekolah di Luwu Timur Jadi Sasaran, Pelaku Minta Uang hingga Pulsa

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,β€”Aksi peretasan akun WhatsApp kembali meresahkan kalangan kepala sekolah di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Dalam dua hari terakhir, dua kepala sekolah dilaporkan mengalami dugaan peretasan akun WhatsApp dengan modus berbeda, mulai dari meminta pinjaman uang hingga menanyakan penjual pulsa.

Kasus pertama dialami Sutina, Kepala UPT SDN 249 Matano, Kecamatan Nuha, pada Rabu (14/10/2026). Akun WhatsApp miliknya diduga diakses oleh pihak yang belum diketahui identitasnya dan digunakan untuk mengirim pesan permintaan pinjaman uang kepada sejumlah kepala sekolah.

Pesan tersebut berbunyi, “Assalamualaikum. Dimana ki ini, ada uangta bisa ku pinjam dulu disitu. Ada ku urus tabe, sudah Magrib ku ganti nanti uangta kembali. Minta tolong sekalika sama kita.”

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sutina menjelaskan bahwa akun miliknya sempat diretas selama kurang lebih 10 menit. Setelah menyadari kejadian tersebut, ia kemudian melakukan pemulihan pada ponselnya hingga kembali mendapatkan akses ke akunnya.

Sutina juga mengingatkan rekan-rekannya agar tidak menanggapi permintaan transfer uang yang masuk melalui akun WhatsApp miliknya.
Dalam pesannya, ia menuliskan, “Maaf kalau ada chat masuk minta uang, jangki TF karena HP-ku tadi sempat di-hack.”

Kepala SDN 282 Wawomeusa Juga Diduga Jadi Korban Kasus serupa kembali terjadi pada Kamis (15/10/2026). Kali ini, akun WhatsApp milik Sitti Naisa, Kepala SDN 282 Wawomeusa, Kecamatan Towuti, diduga diretas oleh pihak yang belum diketahui identitasnya.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Towuti, Jumriati Jalil, saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurut Jumriati, akun WhatsApp milik Sitti Naisa sedang mengalami dugaan peretasan. Ia pun mengimbau para kepala sekolah dan anggota grup WhatsApp agar tidak mudah menanggapi pesan mencurigakan yang dikirim melalui akun tersebut.

Pesan yang diduga dikirim melalui akun WhatsApp Sitti Naisa berbunyi:
“Assalamualaikum..
Tabe..
Siapa di sini grup yang tau jual pulsa… penting πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»”
Pesan tersebut menjadi perhatian karena muncul di tengah adanya kasus dugaan peretasan akun WhatsApp yang sebelumnya dialami kepala sekolah di Kecamatan Nuha.

Jumriati mengingatkan agar para kepala sekolah lebih waspada dan tidak langsung merespons permintaan yang mencurigakan.

Jika menerima pesan yang tidak biasa, penerima sebaiknya memastikan terlebih dahulu kebenarannya melalui panggilan telepon atau saluran komunikasi lain.

Imbauan untuk Kepala Sekolah
Munculnya dua kasus dugaan peretasan dalam waktu berdekatan menjadi peringatan bagi kalangan tenaga pendidik di Kabupaten Luwu Timur agar lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan komunikasi digital.

Para kepala sekolah diimbau untuk tidak langsung menuruti permintaan uang, pulsa, maupun bentuk bantuan lainnya yang disampaikan melalui pesan WhatsApp sebelum memastikan identitas pengirim.

Selain itu, masyarakat diharapkan segera menghubungi pemilik akun melalui nomor atau saluran komunikasi lain apabila menerima pesan yang tidak biasa.

Hingga berita ini disusun, identitas pihak yang diduga melakukan peretasan terhadap kedua akun WhatsApp tersebut belum diketahui. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai penanganan kasus tersebut oleh pihak berwenang. (Solihin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *