Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

14 Hari Jalani Karantina Mandiri, Pasien Covid-19 Ini Belum Diberi Vitamin dan Asupan Gizi

454
×

14 Hari Jalani Karantina Mandiri, Pasien Covid-19 Ini Belum Diberi Vitamin dan Asupan Gizi

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Ali Baba Warga Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil Swab.

Dari hasil tersebut, pasien Covid-19 ini harus menjalani karantina mandiri hingga dinyatakan sembuh.

Namun lagi-lagi selama menjalani karantina, ia menyebut belum pernah diberikan asupan gizi maupun vitamin C dari Tim Gugus Covid-19 Lutim atau pihak Puskesmas Nuha.

“Sudah 14 hari saya menjalani karantina mandiri, namun sampai saat ini saya belum pernah diberikan asupan gizi dan vitamin C maupun obat dari Tim Gugus atau Puskesmas,” ucap Ali, Senin (22/06/2020).

Makanya saya bingung apakah saya ini sakit atau tidak, sementara saya merasa biasa-biasa saja dan tidak ada gejala-gejala yang saya rasakan kalau saya memang sakit, ujarnya lagi.

Tetapi kalau memang saya sakit kata dia, kenapa saya tidak di rawat atau diberikan obat dan vitamin agar proses penyembuhan cepat selesai.

“Pernah saya meminta vitamin ke pihak Puskesmas, tetapi kata mereka vitamin yang ada di Puskesmas hanya dosis rendah dan tidak sesuai dengan umur saya,” bebernya.

Untuk dosis yang tinggi katanya hanya ada di RS I Lagaligo Wotu, tiru penjelasan pihak Puskesmas.

Namun saat itu, pihak Puskesmas kembali menyarankan bisa menkonsumsi vitamin dosis rendah ini dengan catatan sekali konsumsi 10 tablet.

Nah, dari saran itu saya bilang tidak jadi masalah yang penting saya bisa sembuh, tetapi sampai hari ini vitamin itu belum juga diberikan ke saya, terangnya.

“Saya bingung dan jenuh kalau begini keadaannya, sementara sembako yang diberikan Pemda belum lama ini juga sudah mulai habis,” tandas Ali.

Tidak hanya itu, pihak medis Puskesmas juga menyatakan kalau anak saya yang berumur 7 tahun dinyatakan positif berdasarkan hasil rapid test.

Tetapi yang saya lihat, anak saya sehat-sehat saja dan tidak ada tanda-tanda kalau dia sakit, bahkan ia bermain-main di luar rumah, jelasnya.

Hingga anak saya dinyatakan positif, pihak medis dari Puskesmas juga tidak memberikan tindakan.

Oleh sebab itu, saya minta Tim Gugus Lutim untuk memperjelas kondisi kami agar saya bisa beraktivitas lagi seperti biasanya, imbuh Ali.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *