Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Miras Telan Korban, Pemuda Baruga Angkat Bicara

361
×

Miras Telan Korban, Pemuda Baruga Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Ketua Baruga Lintas Generasi (BLG) Luwu Timur, Yudi Burhan menilai maraknya peredaran minuman keras di masyarakat karena kurangnya tindakan tegas dari pemerintah setempat dan aparat hukum dalam memberikan hukuman kepada pelakunya.

“Kasus-kasus minuman keras oplosan terjadi karena pemerintah tidak memberikan tindakan hukum yang tegas terhadap para pelaku khususnya penjual,  padahal ini bukan kali pertama terjadi sudah banyak korban yang berjatuhan karena mengonsumsi minuman beralkohol tersebut,” kata Yudi Burhan, Jumat (07/06/2019).

Menurut dia, walaupun sudah peraturan daerah maupun peraturan hukum yang mengatur soal minuman keras, namun sampai kini mencegah maupun memberikan efek jera terhadap para pelaku masih kurang efektif, meski pun banyak jatuh korban jiwa.

“Kalau hukum masih saja tetap seperti itu, maka jangan heran kasus-kasus seperti ini akan terus terjadi,” ucapnya.

Ia meminta pemerintah dan aparat keamanan dapat memberikan hukuman yang setimpal terhadap para pelaku. Sebab, akibat peredaran minuman keras tersebut bukan hanya pelaku yang menjadi korban tapi masyarakat umumnya kerap juga menjadi korban

Untuk mengatasi peredaran minuman keras, anggota BPD Desa Baruga ini berharap kepada Semua Pihak Ikut andil memikirkan hal demikian, mulai pegawasan hingga melaporkan kalau menemukan hal demikian.

Masyarakat khususnya pemerintah Setempat jangan tutup mata terkait persoalan tersebut, agar peristiwa mengkonsumsi miras yang menelan korban ini menjadi pelajaran buat kita semua sehingga tidak ada lagi jatuh korban.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarkat untuk Senantiasa mengawasi lingkungan sekitar terkhusus kepada orang tua untuk lebih  memperhatikan aktifitas anaknya sehingga tidak terpengaruh kedalam hal-hal negatif.

Perhatian keluarga dan orang tua sangat berpengaruh terhadap perilaku pergaulan seseorang. Olehnya itu awasi dan pantau sehingga tidak terjerumus ke hal negatif seperti penyalahgunaan narkotika, mengkonsumsi alkohol dan sejenisnya, ungkapnya.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa pada Kamis (06/06), korban minuman keras oplosan di Desa Baruga menelan korban (Baharuddin) kemudian esok harinya Jumat ( 07/06 ) Pukul 02.00 dini hari, adik kandung dari Baharuddin yakni Bachtiar juga meninggal usai menggelar pesta miras bersama 5 lekan lainnya.

Hingga saat ini polisi sudah mengamankan barang bukti berupa 26 botol miras jenis Topi Roja, 17 botol kosong M150 dan 14 sisa bungkus plastik es batu.

Liputan: Redaksi | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *