Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Ini Foto-foto Penampakan Apartemen Ikan di Dasar Laut Lampia yang Menuai Sorotan

672
×

Ini Foto-foto Penampakan Apartemen Ikan di Dasar Laut Lampia yang Menuai Sorotan

Sebarkan artikel ini

Foto: apartemen ikan yang ditenggelamkan ke dasar laut Lampia.

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Proyek apartemen ikan yang menyedot anggaran senilai Rp 900 juta bersumber dari program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) PT. Vale Indonesia terkesan sangatlah mubasir.

Pasalnya, pekerjaan tahun anggaran 2018-2019 itu rupanya diduga dikerja asal-asalan oleh pelaksana. Seperti yang terlihat dari dokumentasi hasil investigasi yang berhasil dihimpun media ini.

Dalam dokumentasi itu terlihat apartemen ikan yang diturunkan ke dasar laut di kedalaman 18 meter tersebut rupanya tidak disusun berbentuk piramida sesuai dengan RAB. Faktanya, hanya dibiarkan berserakan.

Informasi yang dihimpun, apartemen ikan yang diturunkan ke dasar laut ini kurang lebih sebanyak 120 unit.

Sementara yang belum diturunkan dan hanya dibiarkan terbengkalai masih tersisa kurang lebih 160 unit yang terbagi di dua lokasi yakni Pelabuhan Waru-waru Lampia dan Pelabuhan Balantang.

Adapun pelaksana kegiatan ini CV. Clougc Indonesia melalui proses penunjukan langsung oleh tim kesekretariatan PPM 2019.

Dikonfirmasi sebelumnya, Ichman Laode selaku senior koordinator PPM program dari External PT. Vale Indonesia menyayangkan hasil pelaksanan dari kegiatan tersebut, ungkapnya kemarin.

Selain itu, Ichman Laode juga mengungkapkan, kalau pihaknya sementara melakukan penilaian pada proyek apartemen ikan.

Ia pun menegaskan, jika hasil pemeriksaan terbukti terjadi dugaan penyalahgunaan anggaran, maka kami akan melakukan upaya hukum.

Menurutnya, pihaknya (PT. Vale-red) tidak mentolerir perbuatan tersebut, karena bagi PT. Vale dibuatnya skema PKPM ini untuk memastikan seluruh proses mulai penganggaran dan penyalurannya akan dipertanggungjawabkan secara terbuka oleh pelaku.

Tak sampai disitu, Ichman Laode juga menegaskan bahwa pihaknya akan mengevaluasi pengawasan dan kapasitas pelaksana kegiatan.

Ditambahkannya, berdasarkan pantauan kami (PT. Vale-red) potensi kegagalan disebabkan konsistensi pelaku dan pelaksana program yang tidak menjalankan proses secara benar.

Olehnya itu, dengan hal seperti ini tentu kami bersama pemerintah terus melakukan perbaikan dan pembenahan dari setiap prosesnya, tutupnya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *