Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Tim Teknis PT Vale Turun Gelar Penilaian Kerusakan Bangunan BCC Malili

470
×

Tim Teknis PT Vale Turun Gelar Penilaian Kerusakan Bangunan BCC Malili

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Tim teknis dari PT. Vale Indonesia melakukan penilaian terhadap bangunan Baruga Collaboration Center (BCC) Kota Malili, Desa Baruga, Luwu Timur, Kamis (08/07/2021) pagi.

Penilaian itu dilakukan lantaran bangunan BCC Malili diduga mengalami kerusakan yang cukup parah, seperti keretakan pada lantai dan beberapa titik paving block yang mulai terangkat.

Ichman Laode selaku senior koordinator PPM program dari External PT. Vale Indonesia menuturkan, kalau pihaknya turun pagi tadi untuk melakukan penilaian terhadap kerusakan bangunan BCC Malili.

Penilaian itu kata Ichman Laode, guna dilakukan evaluasi mulai dari gambar sampai teknis.

Selain itu, juga merupakan salah satu bahan untuk menilai apakah ada penggunaan anggaran yang tidak sesuai atau lebih kepada konprekensif, sambungnya lagi.

“Penilaian ini digelar selama satu hari, lalu beberapa hari kedepan tahapan administrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur CV. Dwi Karya Indonesia, Haerul Nurdin selaku kontraktor pelaksana bangunan BCC Malili membenarkan kedatangan PT. Vale pagi tadi.

“Iye, tadi pertemuan di BCC terkait kerusakan tersebut. Tim teknik sudah memeriksa semua kerusakan dan penyebabnya,” terang Haerul yang juga Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Luwu Timur.

Semoga cepat ada hasilnya, untuk sebagai rekomendasi, apa saja yang perlu diperbaiki dan apa kiat-kiatnya agar bangunan itu tidak begitu lagi, sambungnya.

Menurut Haerul, dirinya mengerjakan bangunan BCC tersebut sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan petunjuk konsultan.

Ditanya penyebab kerusakan tersebut kata Haerul, saya belum tahu apa penyebabnya karena tim teknik baru menginvestigasi apa penyebabnya.

“Makanya kami belum berani mengerjakan kerusakannya karena jangan sampai kami kerjakan nah begitu lagi kondisinya,” ucap Haerul.

Olehnya itu, kami menunggu dulu tim teknisnya menganalisa, kenapa bangunannya bisa retak dan tanahnya turun, sementara pada saat dikerja Excavator lalu-lalang dan tidak ada yang goyang serta tanahnya turun, tutupnya.

Untuk diketahui, bangunan BCC Malili ini menelan anggaran sebesar Rp 2,2 Miliar yang bersumber dari PT. Vale Indonesia.

Bangunan BCC Malili merupakan program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) tahun anggaran 2018-2019.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *