INPUTRAKYAT_JENEPONTO– Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menggelar panen padi perdana awal Maret 2023 di Lingkungan Tanetea, Kelurahan Bonto Tangnga, Kecamatan Tamalatea, Kamis hari ini. Kegiatan tersebut di inisiasi oleh Presiden Joko Widodo yang bertajuk Panen Padi Nusantara 1 Juta Hektare yang dimulai di Kebumen, Jawa Barat.
“Kita sama-sama melaksanakan panen raya perdana di tahun 2023 di Kabupaten Jeneponto dan kita berucap alhamdulillah karena pada hari ini kita melakukan panen,” kata Bupati Iksan Iskandar
Menurut Iksan, ada sekitar 10,51 hektare sawah yang akan panen pada bulan ini. Setiap hektare mampu menghasilkan 6,7 ton.
“Tapi khusus di Kabupaten Jeneponto hari ini, kita melaksankan 10,51 hektare ini dalam setiap hektare-nya dilakukan taksasi oleh BPS mengahasilkan 6,7 ton per hektare semua hasil yang sangat memuaskan,” ungkapnya.
Dia menyebut bahwa luas persawahan di Jeneponto sebesar 25000 hektare. Setiap petani akan panen sebanyak 10,51 hektare secara menerus.
“Potensi pertanaman kita tahun ini kurang lebih 25000 hektare. Nah untuk hari ini kita lakukan atau di bulan ini 10,51 hektare, berturut-turut, ini baru penanaman perdana,” jelasnya.
Politisi dari Partai Golkar ini mengaku sempat khawatir akan gagal panen lantaran cuaca extrem yang melanda Butta Turatea.
“Dimana sebelumnya kita merasa khawatir bahwa panen tahun ini mungkin mengalami kegagalan, tetapi tuhan memberikan berkah dan rahmat sehingga masyarakat Pemerintah Daerah dapat melaksanakan panen serentak nasional yang di canankan pada hari ini 1 juta hektare,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa, Kabupaten Jeneponto sendiri memiliki ragam komoditas unggulan. Selain padi, komoditas pertanian unggulan lainnya berupa jagung, kopi, dan sayur-mayur.Disela-sela kegiatan Iksan Iskandar memberikan apresiasi atas kontribusi petani dalam upaya swasembada beras.
Selain itu ia turut memberi apresiasi karena sampai dengan saat ini telah disalurkan berbagai bantuan benih dan bibit pertanian secara berkesinambungan kepada para Kelompok Tani.
“Saya mengharapkan agar selain bantuan bibit dan alsintan, juga dilakukan pembinaan dan pendampingan secara berkala dari para penyuluh pertanian, demikian halnya soal sumber daya air, khususnya pengairan melalui saluran irigasi agar dapat dikendalikan secara baik, teratur dan lancar,” pungkasnya.














