INPUTRAKYAT_MORUT,–Hujan lebat mengguyur Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulteng. Akibatnya, dua kecamatan diterjang banjir. yakni, Kecamatan Soyo Jaya dan Kecamatan Bungku Utara, kemarin.
Untuk Kecamatan Soyo Jaya, banjir melanda di Desa Lembah Sumara. Dimana air menutupi Jalan Trans Sulawesi setinggi lutut orang dewasa. Pengendara roda dua yang hendak melintas terpaksa harus memikul kendaraannya dengan alat seadanya yang dibantu oleh personil Polsek Soyo Jaya dan TNI setempat.
Tidak hanya itu, terdapat 21 KK di Desa tersebut juga terimbas banjir, yang belum diketahui berapa nilai kerugian materil yang dialami warga, dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Demikian diungkapkan Kapolres Morowali Utara, AKBP Imam Wijayanto, kepada wartawan, Minggu (9/7/2023).
Lanjutnya, untuk Kecamatan Bungku Utara, terdapat enam desa yang diterjang banjir. Yaitu, Desa Kalombang dengan ketinggian banjir sekitar 50 cm sampai 1 meter dan 1 unit Pustu terendam air dengan ketinggian 30 cm, Desa Uemasi dengan ketinggian banjir sekitar 80 cm sampai 1 meter yang mengakibatkan 6 unit rumah terendam banjir dengan ketinggian sekitar 20 cm, Desa Tokala Atas dengan ketinggian banjir sekitar 50 cm sampai 80 cm yang mengakibatkan sekitar 50 unit rumah terendam air dengan ketinggian air sekitar 20 cm, Desa Posangke dengan ketinggian banjir sekitar 30 cm sampai 50 cm yang mengakibatkan 6 unit rumah warga terendam dengan ketinggian sekitar 10 cm, Desa Tambarobone dengan ketinggian banjir sekitar 50 cm sampai 80 cm, namun air tidak memasuki rumah warga hanya menggenangi jalan dan Desa Lemowalia terjadi longsor yang mengakibatkan warga menggungsi ke kebun sebanyak 15 KK.
“Saat ini air sudah mulai surut, anggota Polsek Bungku Utara, personel TNI dan warga telah saling gotong royong membersihkan rumah yang terdampak banjir dan untuk korban jiwa nihil, sementara kerugian materil belum dapat dihitung, sedangkan jalan penghubung antara Desa Tokala Atas dengan Desa Posangke yang kemarin sempat tidak dapat dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat karena ketinggian air sekitar 1 meter lebih, pagi ini sudah kembali berjalan normal,” ujarnya.
Ditambahkannya, bahwa kesiapsiagaan personel kami yang turun langsung ke TKP untuk memberikan pertolongan kepada warga tidak lepas dari Satgas Tanggap Bencana yang dibentuk sebagai respon Polri terhadap setiap informasi, permasalahan serta kejadian khususnya bencana alam untuk segera dapat ditanggapi dengan cepat.
Liputan: RI | Editor: Redaksi.














