Example 728x250
Example 728x250
Input Politik

Septiawan Nyaleg di Dapil I Morowali Utara, Bisa Apa?

1392
×

Septiawan Nyaleg di Dapil I Morowali Utara, Bisa Apa?

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MORUT,–Pemilu 2024 sudah di depan mata. Partai politik juga sudah mendaftarkan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) ke KPU.

Di antara ribuan bacaleg ini, muncul politisi muda dari generasi Z atau kaum milenial yang ikut berebut kursi dengan politisi senior.

Mereka ada yang mendaftar sebagai caleg DPRD. Ada pula yang langsung maju ke Senayan.

Demikian halnya di Kabupaten Morowali Utara, Sulteng. Para bacaleg mulai menebar baliho, spanduk, atau pamflet gambar dirinya.

Tujuannya, untuk meraih simpati dari masyarakat guna memenangkan kontestasi Pileg 2024 mendatang.

Bahkan, salah satu bacaleg dari PKS, Septiawan saat ditemui disalah satu warkop di kota Kolonodale, Selasa (2/10/2023), mengaku optimis bertarung di Pileg pada daerah pemilihan (Dapil) 1 meliputi Kecamatan Petasia, Petasia Barat dan Petasia Timur.

Lantas, apa yang ia bisa lakukan ketika terpilih?

Berbekal dari latar belakang kesehatan yakni lulusan farmasi, dirinya akan mendorong Pemda Morut memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat sampai dipelosok desa.

“Tidak ada lagi masyarakat tidak tersentuh pelayanan kesehatan meski berada dipelosok, kalau boleh berikan kepada mereka pelayanan kesehatan secara gratis,” ungkapnya.

Pria kelahiran 21 Agustus 1992 ini menceritakan, jika dirinya memiliki apotik. Menurutnya, dari hasil keuntungan bisnisnya ia sisipkan untuk memberikan perobatan gratis kepada masyarakat saat ini.

“Jauh sebelum saya berniat nyaleg saya sudah melakukan pengobatan gratis ke masyarakat, dan ini yang saya inginkan pula agar Pemda memberikan pelayanan kesehatan ful ke warga,” ucapnya.

Tak sampai disitu, politisi muda nomor urut 5 dari Partai PKS ini maju di Pileg juga berangkat dari keprihatinan melihat tempat kelahirannya di Desa Ganda-ganda, Kecamatan Petasia.

Ia menyebut, sejak 25 tahun, Desa kami tidak pernah tersentuh infrastruktur atau pembangunan lainnya dari Pemda, baru saat ini jalan poros mulai dibenahi.

“Ini lah yang memicu saya untuk bergerak memperjuangkan Desa Ganda-ganda demikian halnya desa yang berada di Dapil I Morut melalui jalur parlemen,” ujarnya.

Septiawan pun memiliki misi membawa hidup petani di dapilnya jadi lebih baik. Soalnya, kata dia, dia merasa distribusi kebutuhan petani masih belum merata hingga berdampak pada kesejahteraan mereka.

“Walaupun daerah ini memiliki tambang, tapi apakah itu dapat bertahan, dan tidak semua masyarakat menjemput rejeki melalui jalur karyawan, ada juga yang bertani, kita harus dorong masyarakat disektor ini,” tandasnya.

Mantan jurnalis koran harian Mercusuar itu juga peduli dengan isu generasi muda, khususnya soal lapangan kerja. Wawan sapaan akrabnya mengaku masih banyak pemuda di daerahnya yang belum terserap pekerjaan.

“Saya akan fokus untuk bagaimana caranya meminimalisir mismatch anak muda dengan pekerjaannya,” janji Wawan.

Mengenal lebih dekat sosok Septiawan. Saat ini ia mengemban amanah sebagai Ketua kepemudaan DPC PKS Kabupaten Morut.

Tak hanya itu, dirinya pun berkecimpun diberbagai organisasi di Kabupaten Morowali Utara yakni, sebagai Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Morut, anggota HIPMI DPC Morut, RISMA BAHOUE, anggota DMI Morut, Ketua Himpunan Pengusaha Industri Morut dan anggota Asosiasi Perusaan Bongkar Muat Cabang Morut.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *