INPUTRAKYAT_MORUT,–Akhir-akhir ini persoalan sampah di ibu kota Kabupaten Morowali Utara yakni Kolonodale, Kecamatan Petasia, menuai sorotan.
Akibat, banyaknya sampah yang menumpuk berhari-hari di kontener sampah dan berserakan di tepi jalan sehingga menjadi keluhan masyarakat dikarenakan menimbulkan bau tak sedap.
Persoalan sampah tersebut pun diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Morowali Utara, Syarifudin kepada media ini, Kamis (25/1/2024).
“Dua minggu lalu memang persoalan sampah di Kolonodale menjadi keluhan masyarakat, tetapi saat ini persoalan itu sudah mulai kondusif,” terangnya.
Menurutnya, tidak ada lagi sampah yang menumpuk seperti kemarin-kemarin, saat ini setiap hari sampah tersebut diangkut petugas kebersihan kami.
“Memang saya akui kemarin-kemarin sampah menumpuk, tapi perlu diketahui bahwa bukan karena faktor kesengajaan, tetapi karena dua unit armada kami rusak, tapi sekarang sudah mulai bagus,” terangnya.
Ia pun menyebut kalau bagian kebersihan masih kekurangan armada seperti mobil dump truk serta armada ambrol.
“Saat ini kita hanya memiliki empat mobil dam truk dan satu amrol, dan ini belum cukup, idealnya delapan mobil dump truk dan dua ambrol,” ujarnya.
Tetapi kata dia, tahun ini kita akan mendapatkan penambahan satu unit ambrol dan tahun depan mobil dump truk.
“Sementara dari segi tenaga kebersihan, masih terbilang kurang, saat ini hanya 79 orang, namun dalam waktu dekat kita akan merekrut tenaga kebersihan sekitar 8 orang,” bebernya.
Meski masalah sampah di Kodal sudah mulai kondusif namun kami himbau masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya.
“Kami sudah siapkan kontener sampah dan bak sampah, jadi tolong sampahnya dibuang disitu, jangan buang sampah hanya disamping bak sampah atau di dekat kontener sampah, kasihan petugas kami kewelahan memungut sampah yang berserakan,” imbuhnya.














