Example 728x250
Example 728x250
Input Sulteng

Perlindungan Bahasa Mori dari Dampak Sosial Pertambangan

1065
×

Perlindungan Bahasa Mori dari Dampak Sosial Pertambangan

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MORUT,–Wakil Bupati Morut H. Djira K yang didampingi Kadis Pendidikan Muh. Ridwan, menghadiri rapat koordinasi lintas instansi untuk perlindungan bahasa daerah di Kota Palu, Senin (26/2/2024).

Rapat Koordinasi ini diselenggarakan oleh Balai Bahasa Sulawesi Tengah selama dua hari di Hotel Best Western Coco, Palu.

Kepala Balai Bahasa Sulteng, Asrif mengatakan, ada lima bahasa daerah yang sedang dalam program penyelematan dari kepunahan adalah Kaili, Poso, Banggai, Saluan dan Mori.

Tahun 2024 ini, Balai Bahasa memasukkan bahasa Mori karena menjadi salah satu bahasa yang harus dilindungi karena dinilai terancam punah akibat dampak pertambangan.

“Balai Bahasa bekerja sama Pemkab Morut akan melaksanakan analisis mengenai dampak lingkungan budaya (Amdal Budaya) kegiatan pertambangan terhadap penggunaan bahasa daerah Mori,” kata Ka Balai Bahasa.

Wabup Morut H. Djira menyambut gembira program Balai Bahasa dalam melindungi bahasa Mori dari kepunahan akibat dampak budaya yang negatif dari aktifitas pertambangan.

“Pemda sangat mendukung program perlundungan bahasa daerah ini, khususnya bahasa Mori,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *