Example 728x250
Example 728x250
Input Sulteng

DPRD Morut Makin Getol Perjuangkan Persoalan Air Bersih

1090
×

DPRD Morut Makin Getol Perjuangkan Persoalan Air Bersih

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MORUT,–Ketua DPRD Morowali Utara, Hj. Warda Dg Mamala menindaklanjuti hasil peninjauan lokasi patahan pipa air bersih di Desa Ganda-ganda, Kecamatan Petasia, kemarin.

Getol dengan persoalan ini, DPRD Morut langsung menggelar rapat dengar pendapat (RDP) yang dipimpin langsung Ketua DPRD Morut, Hj. Warda Dg Mamala didampingi anggota dewan lainnya, Jumat (12/7/2024).

Di RDP tersebut dihadirkan pula KTT PT. MPR, Ajib Wangkot Santosa dan perusahaan lainnya yang beraktivitas disekitar lokasi pipa air bersih patah.

Turut pula Kepala Dinas (Kadis) PUPR Morut, Destuber Mat’ori beserta jajarannya dibidang air bersih serta beberapa masyarakat Ganda-ganda.

Dalam rapat itu, Ketua DPRD Morut, Hj. Warda Dg Mamala meminta keseriusan semua stakeholder untuk menangani persoalan air bersih yang saat ini sudah 5 bulan tidak mengalir yang diakibatkan pipa jaringan patah.

“Ini sifatnya mendesak, tidak ada lagi kata tunggu dulu, harus segera kita ambil tindakan nyata,” tandasnya.

Tak sampai disitu, dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke Kantor PT. COR di Lambolo, Ganda-ganda, guna bertemu langsung pengambil kebijakan.

Kata Warda, kita datang mewakili masyarakat, yang saat ini menjerit krisis bersih akibat pipa jaringan patah, kita mau ada solusi bersama perusahaan beraktivitas di wilayah ini.

“Kami butuh kepekaan sosial terhadap masyarakat, jangan taunya menambang tetapi tidak ada sedikit rasa empati dengan kondisi ini,” tandasnya.

Ditempat itu, Warda Dg Mamala menelepon pihak perusahaan, ia meminta agar perusahaan PT. COR Group prihatin kondisi ini.

“Ayo kita sama-sama cari solusi atas kondisi ini, pihak PUPR sudah menghitung, apa yang bisa dilakukan Pemda dan perusahaan, ini berbicara kepentingan umum, bukan pribadi,” ucapnya sembari menutup telepon.

Saat ditanya hasilnya seperti apa kata Warda, kita tunggu satu dua hari ini jawaban dari perusahaan, tapi kalau mereka tidak mau, ya jangan salahkan kami, pasti kami melakukan tindakan lain.

Senda dari itu, anggota dewan Usman Ukas yang turut ke lokasi menegaskan, bahwa masyarakat saat ini mulai bergejolak dengan kondisi ini.

“Mengindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami sebagai perwakilan masyarakat terjun langsung mencari solusi, maka kami berharap perusahaan bisa sedikit peka dengan kondisi ini,” ujarnya.

Ia menabahkan, hadirnya perusahaan di daerah ini adalah sumber mata air yang dapat mendongrak pendapatan masyarakat, namun hal itu kita berharap kehadiran perusahaan ini tidak menimbulkan air mata yang artinya duka bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *