Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Sedih, Kedua Anak Ini Butuh Uluran Tangan

462
×

Sedih, Kedua Anak Ini Butuh Uluran Tangan

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Wargenet kembali di hebohkan postingan Adhe Bolly di media sosial yakni Facebook.

Diakun pribadinya, terlihat mengapload sepasang anak yang bersaudara.

Diketahui, kedua anak itu bernama Aidil dan Alissa warga Dusun Balambano, Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel.

Meraka empat bersaudara dan hidup sehari-hari hanya bersama seorang bapak bernama Basir.

Sementara pasca pertengkaran internal dalam rumah tangga kedua orang tuanya, akhirnya ibu anak tersebut meninggalkan mereka ke Malaysia sejak Anissa berusia 3 tahun.

Sehingga untuk menghidupi ke empat anaknya, Basir harus banting tulang mencari nafkah dengan cara berkebun setiap harinya.

Lebih menyedihkan, saat ini kakak sulung kedua anak tersebut saat ini terbaring sakit di RSUD I Lagaligo Wotu, Lutim, lantaran kecelakaan motor baru-baru ini.

Dengan hidup kecukupan, dikabarkan kedua anak tersebut tiap harinya harus menempuh 500 meter dengan berjalan kaki ke sekolah, demikian halnya sepulang sekolah.

Sementara di sore harinya kedua anak itu harus menempuh jarak yang sama untuk menimbah ilmu agama yakni mengaji.

Dalam postingan status Adhe Bolly, kadang-kadang anak itu untuk ke sekolah dan mengaji terpaksa menahan kendaraan yang melintas, namun ketika tak ada kendaraan kedua anak itu harus berjalan kaki dan bahkan mengalih pintasan melalui kebun warga.

Hal itu sejumlah warganet menanggapi postingan Adhe Bolly yakni Andi Rusmiani mengatakan, Subhanallah semoga kedua adik ini sll dlm lindungan Allah SWT.

Di komentar yang sama, Iin Indarto mengatakan, Masya Alloh.. Kasian bgt sech.. di daerah mana tuch mbak.. sy punya sepeda tdk terpakai.. coba dekat bs di pakai ank2 itu buat pergi mengaji..

Sementara, Lionel Nawaitu Ek Setia mengungkapkan Pemerintahnya kok tidak mempasilitasi ya. Lebih mementingakan dirinya sendiri. Padahl itu udh tugasnya beliau.

Liputan: Harding | Editor: Zhakral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *