Example 728x250
Example 728x250
Input Regional

JK Diberi Gelar Doktor, Ini Alasan Rektor UIN Alauddin Makassar

738
×

JK Diberi Gelar Doktor, Ini Alasan Rektor UIN Alauddin Makassar

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_GOWA,–Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Profesor Musafir Pababari menjelaskan mengenai pemberian gelar doktor honoris causa dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dalam bidang Sosiologi Agama kepada Wapres RI Jusuf Kalla.

“Pemberian gelar Doktor Honoris Causa banyak yg mengapresiasi dan itu adalah suatu pemberian yang sangat tepat, apalagi di lakukan oleh UIN sebagaimana yang saya katakan tadi, bahwa ini untuk pertama kalinya di kalangan di perguruan tinggi keagamaan islam negeri, ini baru pertama kali, Jadi ini bentuk apresiasi usaha kita dari perguruan tinggi kepada pak JK” di Kampus UIN Alauddin Makassar, Kamis (25/01/18).

Profesor Musafri Pababari mengatakan apresiasi ini sudah di sampaikan perguruan tinggi, tetapi dengan modus yang berbeda. Di UIN ini sesuai dengan kajian adalah study perdamaian, salah satu kajian dalam sosiolagi agama, memang ada satu pokok bahasan itu tentang pokok perdamaian.

“Nah, ini Pak Jusuf Kalla betul- betul orang yang cerdas, pak Jusuf Kalla ini ternyata apa yang dilakukan itu melampaui teori-teori yang selama ini dikembangkan oleh para sosiologi, khususnya sosiologi agama. itulah sebabnya maka apa yang diberikan ini suatu hal yg sangat luar biasa sebenarnya,” ungkapnya.

Sebelum Wapres Jusuf Kalla, UIN Alauddin sudah memberikan gelar kehormatan keberapa tokoh berpengaruh diantaranya ada Mustafa Nuri dan KH Sanusi Baco.

“Pertama Mustafa Nuri, kedua pak Sanusi Baco, tapi untuk ini pertama kali diluar kampus UIN,  hadiah di luar kampus UIN. Kalau mayor ini bidang sosiologi agama, minornya itu fistadis studi tentang perdamaian. Jadi memang di studi perdamaian itu kalau teman-teman di sosiologi agama itu sudah merupakan kajian yg rutin dilakukan,” bebernya.

Ditanya mengenai apakah akan ada lagi pemberian gelar kehormatan untuk tokoh-tokoh berikutnya, Profesor Musafri Pababari menyampaikan harus ada pertimbangan dan persetujuan dari senat.

“Tentu saya harus minta izin dulu kepada ketua senat,  karena semua nya ini saya tidak bisa berbuat kecuali atas persetujuan senat. Ini pun juga ketika saya mengajukan di senat itu lama dibahas di senat, nanti setelah disimpulkan di senat bahwa itu disetujui barulah kami melangkah. Tapi kalau yang lainnya mungkin pak Jokowi atau menteri agama mungkin bisa-bisa saja“ imbuhnya.

Terakhir Profesor Musafri Pababari menyampaikan bahwa perguruan tinggi adalah tempat memberi apresiasi atau penghargaan kepada orang-orang atau tokoh-tokoh yang secara akademik memiliki kemampuan diakui secara emperis juga punya fakta-fakta yang dapat di pertanggung jawabkan.

Liputan: Noya | Editor: Zhakral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *