Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

DPRD Luwu Timur Gelar Paripurna LKPJ 2025: Pendapatan Daerah Tembus Rp 1,94 Triliun, Lutim Catat Tren Pembangunan Positif

698
×

DPRD Luwu Timur Gelar Paripurna LKPJ 2025: Pendapatan Daerah Tembus Rp 1,94 Triliun, Lutim Catat Tren Pembangunan Positif

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,—DPRD Kabupaten Luwu Timur menggelar rapat paripurna penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025 yang dirangkaikan dengan pembentukan panitia khusus. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat Badan Musyawarah terkait agenda kegiatan DPRD bulan Maret 2026.

Dalam penyampaian LKPJ, Sekretaris Daerah Lutim, Dr. Ramadahan Pirade mewakili Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam memaparkan kinerja keuangan sepanjang tahun 2025.

“Realisasi pendapatan daerah tercatat sebesar Rp1,94 triliun atau 91,39 persen dari target Rp2,12 triliun dalam Perubahan APBD 2025. Pendapatan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp483,13 miliar (100,18 persen), dana transfer Rp1,43 triliun (88,97 persen), serta lain-lain pendapatan sah Rp26,59 miliar (80,99 persen),” jelasnya.

Sementara itu lanjutnya, realisasi belanja daerah mencapai Rp1,90 triliun atau 90,37 persen dari target Rp2,10 triliun. Belanja ini meliputi belanja operasi, modal, tidak terduga, dan transfer yang diarahkan untuk mendukung program pembangunan.

“Dari sisi pembiayaan, penerimaan daerah sebesar Rp20,96 miliar terealisasi 100 persen, yang seluruhnya berasal dari SiLPA tahun sebelumnya. Sedangkan pengeluaran pembiayaan terealisasi 95,59 persen dari target Rp35,77 miliar, sehingga pembiayaan netto tercatat Rp14,81 miliar atau 89,98 persen dari target,” paparnya.

Ia juga menegaskan bahwa laporan keuangan tersebut masih bersifat unaudited dan akan diperbarui setelah audit resmi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Selatan.

Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan dan Pengangguran Menurun

Secara makro, kinerja pembangunan Kabupaten Luwu Timur pada 2025 menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 3,70 persen dari sebelumnya 3,27 persen pada 2024. Nilai PDRB atas dasar harga konstan juga naik menjadi Rp19,20 triliun.

Struktur ekonomi masih didominasi sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi 41,99 persen, diikuti pertanian 27,22 persen, serta konstruksi 11,20 persen. Ketiga sektor ini menyumbang lebih dari 80 persen perekonomian daerah.

Perbaikan ekonomi berdampak pada penurunan angka kemiskinan menjadi 5,79 persen atau sekitar 18,55 ribu jiwa, dari sebelumnya 6,55 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka juga turun menjadi 3,70 persen.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 77,28, didukung kenaikan usia harapan hidup, rata-rata lama sekolah, dan daya beli masyarakat. PDRB per kapita juga naik menjadi Rp99,87 juta per tahun.

Meski demikian kata Ramadhan, pemerintah mencatat adanya peningkatan ketimpangan yang tercermin dari Gini Ratio sebesar 0,371, sehingga pemerataan pembangunan menjadi perhatian ke depan.

Program Prioritas Dorong Kesejahteraan

Sepanjang 2025, pemerintah daerah menjalankan sejumlah program prioritas, antara lain:

* Beasiswa pendidikan S1 dan S2
* Program kartu lansia
* Seragam gratis bagi siswa TK hingga SMP
* Penyediaan bus sekolah
* Layanan kesehatan gratis
* Pelayanan publik berbasis kecamatan dan desa
* Program kewirausahaan desa “Pandu Juara”.

“Program-program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” terangnya.

Ia juga mengungkapkan dalam rapat paripurna bahwa Pemda Lutim telah meraih berbagai penghargaan.

Kata Ramadhan, kinerja pemerintah daerah juga mendapat pengakuan melalui berbagai penghargaan di tingkat provinsi dan nasional. Di antaranya, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK tahun 2024, predikat AA untuk Indeks Reformasi Hukum, serta penghargaan keterbukaan informasi publik sebagai “Kabupaten Informatif”.

Selain itu, Luwu Timur juga meraih sejumlah prestasi di bidang kesehatan, inovasi pelayanan publik, hingga pengelolaan keuangan daerah.

Menutup penyampaian LKPJ, ia berharap masukan dan rekomendasi dari DPRD sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja ke depan.

“Berbagai capaian yang diraih patut disyukuri, namun masih terdapat tantangan yang perlu dibenahi. Sinergi antara pemerintah dan DPRD menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan,”tutup Ramadhan.

Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Lutim, Ober Datte serta didampingi wakil ketua I DPRD Lutim, Jihadin Peruge dan turut hadir para anghota DPRD Lutim hingga Kepala OPD lingkup Pemda Lutim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *