Example 728x250
Example 728x250
Input Sulteng

Dua Kali Adendum, Proyek Kejari Morut Dikebut: Kontraktor Target Rampung Awal Mei

90
×

Dua Kali Adendum, Proyek Kejari Morut Dikebut: Kontraktor Target Rampung Awal Mei

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 40;

INPUTRAKYAT_MORUT,— Proyek pembangunan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Morowali Utara, Sulawesi Tengah, ditargetkan rampung pada awal Mei 2026.

Perwakilan kontraktor pelaksana, PT Nurman Abadi, Chaerul Akbar, menyampaikan bahwa progres pekerjaan saat ini telah mencapai 94 persen.

“Kami optimistis pekerjaan rampung di awal Mei, karena progres saat ini sudah mencapai 94 persen,” ujar Chaerul Akbar kepada media ini, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, sisa pekerjaan yang ada saat ini hanya berupa tahap akhir atau finishing.

“Pekerjaan yang tersisa tinggal hal-hal kecil yang bersifat finishing. Kami tetap optimistis bisa menyelesaikannya meski sudah dua kali dilakukan adendum,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa pihaknya tetap berkomitmen menyelesaikan proyek tersebut meskipun harus menanggung kerugian.

“Kami harus menyelesaikan pekerjaan ini meski merugi, karena ini bentuk tanggung jawab kami,” tambahnya.

Akbar menjelaskan, proyek tersebut sebelumnya ditargetkan rampung pada akhir tahun lalu. Namun, keterlambatan pengadaan material menjadi salah satu kendala sehingga pekerjaan harus berlanjut ke tahun berikutnya.

“Material sebagian besar dipesan dari Surabaya, sehingga terjadi keterlambatan distribusi,” ungkapnya.

Terkait denda keterlambatan, ia menyebutkan bahwa besaran denda yang dikenakan adalah sebesar satu per seribu dari nilai kontrak per hari.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pekerjaan masih sementara berlangsung, di antaranya pemasangan paving block di halaman kantor serta penataan taman.

Selain itu, scaffolding masih terlihat terpasang di bagian depan dan samping bangunan. Pekerjaan saluran drainase juga masih dilakukan di area depan hingga samping kantor.

Menariknya, material dinding saluran drainase terlihat menggunakan kombinasi bata merah dan batako ringan, yang diduga akibat keterbatasan material bata merah.

Diketahui, proyek pembangunan Kantor Kejari Morowali Utara ini dilaksanakan oleh PT Nurman Abadi dengan nilai anggaran sebesar Rp22,5 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *