Example 728x250
Example 728x250
Input Parlemen

DPRD Luwu Timur Dorong Damkar Masuk Wilayah Terpencil, Loeha Raya Dijadwalkan 2027

13
×

DPRD Luwu Timur Dorong Damkar Masuk Wilayah Terpencil, Loeha Raya Dijadwalkan 2027

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM, — Akses layanan pemadam kebakaran di wilayah terpencil Luwu Timur mulai menjadi perhatian dalam pembahasan anggaran daerah. DPRD Kabupaten Luwu Timur memastikan pengadaan armada pemadam kebakaran untuk Loeha Raya telah masuk dalam kesepakatan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.

Ketua Komisi III DPRD Luwu Timur, Muh Rivaldi, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan organisasi perangkat daerah terkait. Menurut dia, keberadaan armada damkar di Loeha Raya menjadi kebutuhan yang tidak lagi bisa ditunda.

“Insya Allah pengadaan unit damkar untuk Loeha Raya direalisasikan pada 2027. Itu sudah menjadi bagian dari kesepakatan dalam pembahasan anggaran bersama TAPD dan dinas terkait,” ujar Rivaldi.

Sementara itu, wilayah Mahalona Raya lebih dahulu memperoleh alokasi pengadaan armada pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Dengan demikian, dua kawasan yang selama ini menghadapi keterbatasan layanan penanggulangan kebakaran mulai dipetakan untuk mendapatkan fasilitas secara bertahap.

Menurut Rivaldi, pertimbangan utama bukan sekadar penambahan kendaraan operasional, melainkan memperpendek waktu respons ketika terjadi kebakaran. Selama ini, jarak tempuh dari pos damkar menuju kawasan Mahalona maupun Loeha kerap menjadi kendala sehingga penanganan awal sering terlambat.

Kondisi tersebut dinilai semakin krusial bagi Loeha Raya yang berada di kawasan seberang Danau Towuti. Karakteristik wilayah itu membuat mobilisasi petugas membutuhkan waktu lebih lama dibanding wilayah lain di Kabupaten Luwu Timur.

“Kalau terjadi kebakaran, masyarakat tidak bisa menunggu terlalu lama. Karena itu armada di wilayah tersebut menjadi kebutuhan yang mendesak,” katanya.

Ia menyebut kebutuhan anggaran untuk satu unit mobil pemadam kebakaran diperkirakan sekitar Rp1 miliar. Nilai tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah pada saat pelaksanaan pengadaan.

Apabila seluruh rencana berjalan sesuai jadwal, pengadaan armada di Mahalona Raya pada 2026 dan Loeha Raya pada 2027 diharapkan memperluas jangkauan layanan pemadam kebakaran serta meningkatkan perlindungan bagi masyarakat di kawasan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kedaruratan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *