Oleh: Saldi Kaso (Mahasiswa Pascasarjana Teknik Lingkungan UNHAS, Mantan Ketua PB IPMIL-Raya).
INPUTRAKYAT_LUTIM,–Luwu Timur membutuhkan investasi. Karena itu, kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) patut dilihat sebagai peluang mempercepat pembangunan, bukan semata-mata sebagai aktivitas industri.
Investasi besar dapat membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, memperkuat infrastruktur, dan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru.
Namun ukuran keberhasilannya tidak boleh berhenti pada berapa besar investasi masuk atau berapa banyak nikel diproduksi.
Pertanyaan utamanya, apa yang diterima masyarakat dan daerah?
Di sinilah pemerintah daerah dan perusahaan harus memastikan hilirisasi memberikan efek berganda. Masyarakat lokal harus memiliki kesempatan menjadi tenaga kerja sekaligus pelaku usaha melalui UMKM, koperasi, jasa transportasi, logistik, konstruksi, perdagangan, pertanian dan perikanan.
Program pemberdayaan juga harus diarahkan pada pelatihan, sertifikasi, akses modal dan penguatan usaha. Bantuan sesaat tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah masyarakat yang mampu berdiri sebagai pelaku ekonomi.
Melihat Luwu Raya sebagai Satu Kawasan
PSN IHIP berada di Luwu Timur, tetapi peluang ekonominya dapat menjangkau seluruh Luwu Raya.
Batas administratif tidak boleh membatasi cara melihat pembangunan. Tenaga kerja, perdagangan, transportasi, hasil pertanian, perikanan dan jasa dapat membentuk rantai ekonomi lintas wilayah.
Karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi agar manfaat investasi tidak hanya terkumpul di sekitar kawasan industri.
Luwu Timur boleh menjadi pintu masuknya investasi, tetapi Luwu Raya harus ikut merasakan manfaatnya.
Investasi dan Lingkungan Tidak Harus Berhadap-hadapan. Mendukung investasi bukan berarti mengabaikan lingkungan.
Luwu Timur memiliki sungai, hutan, pesisir dan laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Pengelolaan air, sedimentasi, limbah, emisi, kualitas udara dan dampak terhadap pesisir harus dilakukan sesuai ketentuan dan diawasi secara berkala.
Sungai bukan sekadar saluran air. Pesisir bukan sekadar tempat fasilitas industri. Keduanya adalah bagian dari ruang hidup masyarakat.
Karena itu, industri nikel harus terus didorong menggunakan teknologi yang lebih efisien, mengurangi emisi dan meningkatkan transparansi pemantauan lingkungan.
Industri yang baik bukan industri yang bebas kritik, melainkan industri yang mampu menjawab kritik dengan data dan kepatuhan.
Pemda Harus Menjadi Pengawal Kepentingan Daerah
Dalam pembangunan PSN, posisi pemerintah daerah sangat penting. Pemda perlu memberi kepastian kepada investor sekaligus memastikan kepentingan masyarakat tidak terpinggirkan.
Tenaga kerja lokal harus mendapat peluang. Pelaku usaha lokal harus diberi ruang. Infrastruktur harus diperkuat. Lingkungan harus dijaga.
Pemerintah tidak perlu mempertentangkan investasi dengan masyarakat. Keduanya justru harus ditempatkan dalam satu kerangka pembangunan.
Investor membutuhkan kepastian. Daerah membutuhkan investasi. Masyarakat membutuhkan manfaat. Tugas Pemda adalah memastikan ketiganya berjalan seimbang.
Nikel Harus Menjadi Modal Masa Depan
Nikel adalah sumber daya yang terbatas. Karena itu, kekayaan alam ini jangan hanya diukur dari nilai produksi hari ini.
Ukuran yang lebih penting adalah apa yang ditinggalkan untuk generasi berikutnya.
Apakah masyarakat lebih sejahtera? Apakah tenaga kerja semakin terampil? Apakah UMKM tumbuh? Apakah infrastruktur membaik? Apakah ekonomi daerah semakin kuat? Dan apakah lingkungan tetap terjaga?
Jika jawabannya iya, maka hilirisasi telah bekerja sebagaimana mestinya.
PSN IHIP harus diarahkan menjadi wajah baru kawasan industri Luwu Timur: produktif, bertanggung jawab dan berwawasan lingkungan.
Dengan tata kelola yang baik, investasi tidak perlu menjadi ancaman bagi daerah.
Sebaliknya, investasi dapat menjadi jalan untuk mempercepat kemajuan Luwu Timur dan memperkuat ekonomi Luwu Raya.
Nikel boleh habis. Tetapi manfaat pembangunannya harus tetap tinggal.












