INPUTRAKYAT_MAKASSAR,– Kapolda Sulsel Irjen Pol. Umar Septono, menjelaskan pentingnya Silaturahmi kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan dalam menghadapi Pilkada Serentak 2018.
“Silaturahmi adalah perintah dari Allah, jangan sampai urusan dunia mengalahkan akhirat, demi pilkada kita rela mengorbankan silaturahmi, persaudaraan, kawan, tetangga, atasan, dan bawahan. Kita korbankan yang kita sudah pelihara sejak lama demi membela yang belum jelas, apakah yang di bela itu memihak kepada kita” ujar Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono.
Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri acara yang di selenggarakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulsel, yakni Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA (Suku Agama dan Ras) di Sandeq Ballroom A, Hotel Grand Clarion Makassar, Jalan AP Pettarani, Rabu (14/2/2018).
Kapolda Sulsel berharap para tim sukses atau yang mewakili Paslon Pilkada 2018, saling mengingatkan. Agar tidak berharap kepada manusia dan berharap hanya kepada Tuhan yang maha kuasa.
“Jangan berharap kepada manusia berharap lah kepada tuhan yang maha kuasa. Tolong kepada tim sukses atau yang mewakili para calon termasuk kita semua saling menyadarkan diri hingga jangan sampai akhirat di korbankan, silaturahmi dikorbankan persatuan dan kestabilan di korbankan demi pilkada” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolda Sulsel kembali mengingatkan mengenai Politik Uang, SARA, serta Ujaran kebencian di Pilkada Serentak 2018, Polri akan bertindak tegas dalam persoalan itu.
“Menyikapi Kepada politik uang polri sangat serius, maka sekarang ada satgas untuk money politik yang tersebar ke seluruh kesatuan, dari tingkat Mabes di Polda kami ada dan di Polres-Polres ada, jadi 25 satgas di polda Sulsel ini untuk money politik” ucapnya.
Lanjut ia menjelaskan, “Kemudian untuk politisasi SARA inipun kami sudah membentuk Satgas Cyber untuk mengantisipasi ujaran kebencian untuk masalah SARA, inilah bentuk keseriusan Polri dalam rangka pilkada serentak ini, saya beritahukan lebih baik saya cegah tolong jangan bermain disini karena apa nanti kalau di tangkap kan sodara semua itu, Jangan kira polisi menyidik menangkap enak, kami tidak enak, karena sodara semua, lebih baik saya kasi tau tolong jangan bermain di area money politik jangan ujaran kebencian”.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono menambahkan Polri memiliki alat untuk melacak akun-akun penebar SARA dan Kebencian.
“Sekarang gampang untuk melihat handphone anda, di buang handphonenya pun masih bisa saya cari, alat kami sangat cangih, ada empat alat kami di intelejen, Jadi kalau sekarang ada pergerakan tersangka di jakarta, anda bisa kami ikuti saya pantau dari sini, bergerak kemana dia” tandasnya.
LIPUTAN: Noya EDITOR: Andi Ayatullah














