INPUTRAKYAT_LUTIM,–Sebagai tindak lanjut penguatan pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan Workshop Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga sekaligus rencana Pengalihan Kepesertaan Mandiri yang menunggak menjadi kepesertaan JKN-KIS APBD di Aula Rujab Bupati Luwu Timur, Jumat (23/03/18).
Acara tersebut di buka langsung oleh Bupati Luwu Timur, Muh Thorig Husler.
Selain dirinya, hadir pula dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi diwakili oleh Kasi Pelayanan Kesehatan Primer, dr. Ribut Pancarohana, Kepala OPD, BPJS Palopo, Yusef Eka Darmawang, BPJS Malili, Albert, Camat, Kepala Puskesmas dan Tokoh Masyarakat.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Luwu Timur, dr. April menjelaskan, tujuan diadakannya workshop ini adalah sebagai Implementasi dan Evaluasi pelaksanaan PIS-PK tahun 2017 serta upaya untuk meningkatkan pemahaman penyelenggaraan PIS-PK di tingkat daerah yang bertujuan untuk dapat melakukan percepatan pelaksanaan PIS-PK melalui dukungan pusat dan daerah tahun 2018.
Ada pun narasumber pada kegiatan itu kata April, yakni pihak Dinas Kesehatan Provinsi serta BPJS Cabang Palopo dan akan berlangsung selama 3 hari, tertanggal 23-25 Maret yang dibagi dua tempat yakni Aula Rujab Bupati dan Hotel Sikumbang Tomoni.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Thorig Husler dalam sambutannya mengatakan, Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan menegakkan tiga pilar utama, yaitu: (1) penerapan paradigma sehat, (2) penguatan pelayanan kesehatan, dan (3) pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN).
Penerapan paradigma sehat dilakukan dengan strategi pengarusutamaan kesehatan dalam pembangunan, penguatan upaya promotif dan preventif, serta pemberdayaan masyarakat, terangnya.
Lanjutnya, untuk penguatan pelayanan kesehatan dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimalisasi sistem rujukan, dan peningkatan mutu menggunakan pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis risiko kesehatan.
Sedangkan pelaksanaan JKN dilakukan dengan strategi perluasan sasaran dan manfaat, serta kendali mutu dan biaya. Kesemuanya itu ditujukan kepada tercapainya keluarga-keluarga sehat.
Konsep Keluarga Pendekatan keluarga adalah salah satu cara Puskesmas melalui Dokter sama Perawat untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan/meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga. Puskesmas tidak hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan di dalam gedung, melainkan juga keluar gedung dengan mengunjungi keluarga di wilayah kerjanya, ujar Husler.
Husler juga mengatakan, bahwa sesuai data kunjungan ke tiap Puskesmas mengalami peningkatan bukan karena sakit tapi biar sudah sehat tetap mengunjungi Puskesmas.
Terkait Pengalihan Kepesertaan Mandiri yang menunggak, Husler mengatakan Pemerintah siap membayarkan menjadi kepesertaan JKN-KIS yang dibiayai oleh APBD. Ini merupakan suatu wujud komitmen dari pemerintah, untuk membantu masyarakat dalam hal pembiayaan dan itu tertuang dalam visi misi bupati dalam bidang kesehatan demi menuju Luwu Timur terkemuka 2021, bebernya.
Diakhir Sambutannya Husler berharap kepada Seluruh Puskesmas yang belum teragreditasi Paripurna agar berupaya meraih hal itu. Untuk tahun depan kita juga berharap Puskesmas Malili bisa menjadi Puskesmas Paripurna teragreditasi, pintanya.
Dalam acara tersebut, tampak Bupati Luwu Timur, Thorig Husler melakukan Penyerahan SK Upah Jasa Medis dan Penyerahan Hasil Akreditasi Puskesmas yakni Puskesmas Burau, Wotu, Wawondula dan Kalaena yang didampingi Kasi Pelayanan Kesehatan Primer dari Provinsi, dr. Ribut Pancarohana dan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Luwu Timur, dr. April.

Liputan: Dang | Editor: Amk.












