INPUTRAKYAT_LUTIM,–Pelaksanaan rehabilitasi saluran induk daerah irigasi Kalaena, Luwu Timur, (Bk. Ka 1-bk. Ka 13) pada masa kontrak tanggal 12 Maret-6 Desember 2018 menuai sorotan masyarakat petani.
Dikabarkan, proses pelaksanaan tersebut berdampak pada pola tanam.
Dimana pada musim tanam I ASEP (April-September) 2018, pola tanam berubah dari tanam padi ke palawija.
Hal tersebut menjadi keluhan bagi petani khususnya masyarakat petani Kecamatan Kalaena, diantaranya Mas Kukuh.
Putusan perubahan pola tanam tersebut tentu berdampak pada kerusakan tanah nantinya, ungkap Mas Kukuh kepada InputRakyat.co.id, Kamis (19/04/18).
Petani menginginkan pelaksanaan rehabilitasi saluran induk daerah irigasi Kalaena dikerjakan tak sekaligus dengan menutup semua pintu air, tandas Kukuh.
“Nah kalau pelaksanaan dilakukan seperti itu, petani mau kerja apa mau makan apa selain bertani padi. Dan lagi pula selama ini tidak pernah petani kekurangan air. Saya melihat ini kepentingan proyek,” tandasnya.
Menurutnya, kami bersyukur kalau irigasi ini dikerjakan, namun perlu pemerintah daerah melakukan peninjauan ulang tentang pola tanam yang mau diterapkan, serta pelaksanaan ini diharapkan pula dilakukan secara bertahap-tahap biar semuanya berjalan dengan baik, pintanya.
Liputan: Olleng | Editor: Amk.














