Example 728x250
Example 728x250
Input Regional

Dorong Peningkatan Ekspor, Kanwil Bea Dan Cukai Sulbagsel Buka Kawasan Berikat

659
×

Dorong Peningkatan Ekspor, Kanwil Bea Dan Cukai Sulbagsel Buka Kawasan Berikat

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_PINRANG, — Fasilitas Kawasan Berikat (KB) PT. Biota Laut Ganggang (BLG), yang berada dibawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Desa Polewali, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, resmi beroperasi, Selasa (8/5/2018)

Peresmian Kawasan Berikat PT. Biota Laut Ganggang di resmikan langsung oleh Kepala kantor wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan, Untung Basuki,  di dampingi Wakil Direktur PT. BLG Wong Jing Yuan.

PT. BLG merupakan perusahaan penanaman modal asing yang bergerak di bidang penelitian, produksi, dan penjualan Hydrocolloids. Perusahaan menggunakan bahan dasar rumput laut yang diolah lebih lanjut menjadi Karragenan, agar-agar dan konjac gum.

PT. BLG menyerap hasil rumput laut dari berbagai daerah antara lain Bone, Takalar, Luwu, hingga Kalimantan. Perusahaan bekerjasama dengan perusahaan lokal dalam hal supply bahan baku berupa rumput laut melalu 7 perusahaan yakni CV Jala Ganggang, PT. Sindo Serene International, Patta Abd DRS, PT. Mega Citra Karya, CV Mitra Sejahtera, PT. Central Pulau Laut, dan CV Guna Bahari.

Saat ini, PT. BLG menyerap tenaga kerja sebanyak 310 orang, dan direncanakan akan terus ditambah menjadi sekitar 500 orang seiring dengan pertambahan kapasitas produksi. PT. BLG juga mempekerjakan tenaga kerja asing sejumlah 17 orang, dan akan terus di kurangi seiring dengan transfer pengetahuan dan teknologi.

“Ini adalah perusahaan kawasan berikat pertama di Kabupaten Pinrang, jadi perusahaan berstatus kawasan berikat maka dia akan mendapatkan fasilitas kemudahan di bidang perpajakan kemudian operasional ekspor, impor,” ujar Untung Basuki.

Kepala Kanwil Bea dan Cukai Sulbagsel menjelaskan, tujuan pembentukan kawasan berikat diharapkan dapat membawa perkembangan ekonomi terkhusus untuk Kabupaten Sidrap dan sekitarnya.

“Perusahaan kawasan berikat itu berorientasi ekspor, sehingga untuk kita bisa meningkatkan devisa, sementara bahan baku PT. Biota Laut Ganggang ini adalah Rumput Laut, ini banyak di kelola oleh para petani, dampaknya ini tentu lebih besar terhadap perekonomian karena menyerap Rumput Laut yang ditanam dan diolah oleh para petani, kita berharap memang tujuannya itu sehingga bisa berkembang.

“Harapannya supply akan bisa lebih baik dan kalau ekspor makin meningkat maka kebutuhan rumput lautnya juga akan besar, makan petanipun kita berharap bisa meningkatkan produktifitasnya sehingga nanti perekonomian akan tumbuh,” jelas Kepala Kanwil Bea dan Cukai Sulbagsel, Untung Basuki.

Pada kesempatan ini pula dilakukan ekspor perdana selaku perusahaan penerima fasilitas kawasan Berikat.

“Sebetulnya perusahaan ini sudah melakukan beberapa kali ekspor, di mulai sejak bulan oktober tahun 2017, tapi pada hari ini ekspor perdana setelah berstatus kawasan berikat tujuannya ke Tiongkok dengan nilai 40.000 Dollar,“ ucap Untung Basuki.

PT. Biota Laut Ganggang telah melakukan ekspor ke berbagai negara antara lain Tiongkok, Amerika, Uni Eropa, Australia, Jepang, dan di negara Asia Tenggara.

Adapun nilai ekspor di tahun 2017 sebesar CIF USD 4.568.399,- Kapasitas produksi untuk tahap pertama sebesar 16.500 ton per tahun, dan direncanakan akan terus berkembang hingga mencapai 30.000 ton pertahun.

Liputan:Noya | Editor:AMK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *