Example 728x250
Example 728x250
Input Regional

Rektor Unhas : Tesis Pangdam XIV Hasanuddin Kaya Akan Metodelogi dan Teori

388
×

Rektor Unhas : Tesis Pangdam XIV Hasanuddin Kaya Akan Metodelogi dan Teori

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAKASSAR, — Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Surya Bakti termasuk orang yang mementingkan pendidikan. Di tengah kesibukannya, ia juga seorang mahasiswa di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Panglima TNI Agus SB meraih gelar Magister setelah menyelesaikan ujian Tesis S2 Magister Ilmu Komunikasi, dengan judul tesis “Strategi Komunikasi TNI AD Dalam Pelaksanaan Pembinaan Teritorial Pasca Konflik di Poso, Sulawesi Tengah,” di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas (FISIP) Hasanuddin, Senin 9 Juli 2018.

Ujian dipimpin oleh Prof. Dr. Hafied Cangara, M.Si sebagai Ketua sekaligus Pembimbing, dengan anggota penguji: Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, Prof. Dr. Andi Alimuddin, M.Si, Dr. Faried Emsil, M.Si, dan Dr. Hasrullah, MA.

Prof. Dr. Hafied Cangara, M.Si sebagai Ketua sekaligus Pembimbing, usai ujian saat ditemui Inputrakyat.co.id mengatakan, Pangdam Agus SB memeliki potensi yang baik dan memenuhi syarat untuk menerima gelar magister.

“Beliau itu punya potensi yang bagus secara praktis menguasai tinggal dikemas didalam bentuk tulisan ilmiah, analisis ilmiah, dan juga pendekatan yang lebih ilmiah sehingga dekonstruksi lebih akademis, ia memang memenuhi syarat untuk itu karena memang dirancang denga metodelogi dan kerangka fikir yang bagus,” Ujar Dekan FISIP Unhas tersebut.

Senada dengan itu, Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, menjelaskan tesis Pangdam XIV Hasanuddin yang diberi judul “Strategi Komunikasi TNI AD Dalam Pelaksanaan Pembinaan Teritorial Paska Konflik di Poso, Sulawesi Tengah,” kaya akan metodelogi dan teori.

“Datanya kaya dan sumber data, informan-informan terpilih secara proses metodologi yang benar, jadi reliabilitas dan validitasnya penilitiannya tidak diragukan.

“Disarankan ambil teori konflik, teorinya ditambah jadi memformulasi teori komunikasi dan teori sosiologi konflik, jadi saya kira ini bisa menjadi modal besar untuk bila beliau mau melanjutkan ini, sudah punya proposal sisa nanti di S3 nya lebih kepada pengembangan teori,” tutur Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu.

Sementara itu, Pangdam XIV Hasanuddin yang berhasil meraih gelar magister dengan nilai 92,8, mengungkapkan didalam tesisnya, bagaimana melakukan pencegahan timbulnya kembali kekisruhan di daerah pasca konflik

“Pembahasannya adalah berangkat dari konflik yang berlarut-larut, tidak selesai-selesai, padahal kita juga udah bergerak Polisi dan Tentara semua, TNI itu bergerak dengan Binter Pembinaan Teritorial.

“Kemudian dari pengalaman itu maka setelah Santoso tertembak otomatis aman, semua berubah, jalanan jadi ramai kembali, segala macam, nah kita ingin melihat yang dilakukan oleh TNI AD didalam pembinan teritorial yaitu fungsi Kodam itu bagaimana sih pada pasca konflik itu supaya konflik itu tidak terjadi lagi.

“Kemudian konflik-konflik bernuansa radikalisme dan terorisme juga tidak terjadi lagi dengan pendekatan strategi yang saya katakan tadi dari hasil penilitian saya di wilayah Poso untuk mendapatkan strategis komunikasi Binter pada pasca konflik itu untuk masa -masa selanjutnya,” tandas Pangdam XIV Agus SB.

Liputan:Noya | Editor:AMK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *