INPUTRAKYAT_LUTIM,–Aliansi Masyarakat Peduli Luwu Timur (AMPLI) menyoroti pembangunan Islamic Center di Kota Malili yang menelan anggaran hingga puluhan miliar rupiah.
Demikian ditegaskan Yolan Johan selaku koordinator lapangan (Korlap) saat menyampaikan orasinya lewat unjuk rasa di depan Islamic Center, Kamis (26/3/2026), kemarin.
“Kami mendesak pihak terkait mengaudit pemerintahan sebelumnya yang membangun Islamic Center, karena anggaran puluhan miliar yang digelontarkan untuk membangun Islamic Center ini,” ungkapnya.
“Kami meminta Pemda Lutim melalui Inspektorat untuk segera mengaudit pembangunan Islamic Center yang kami menilai ada kongkalikong dan diduga ada tindak pidana korupsi di dalamnya,” sambungnya lagi.
Dari anggaran itu kata Yolan Johan, apa yang terjadi Islamic Center sebagaimana mestinya hanya tersisa bangunan yang tidak dapat difungsikan.
Proyek yang digadang-gadang menjadi pusat kegiatan keagamaan tersebut dinilai menyisakan sejumlah persoalan, baik dari sisi transparansi anggaran maupun manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tuntutan ini lebih mengacu pada pemerintahan sebelumnya. Mengapa demikian? sebab Islamic Center secara umum tak seperti sebagaimana yang telah ada,” ungkapnya.
Menurutnya, Islamic Center merupakan representasi icon Luwu Timur, kampanye pariwisata umat muslim serta penghidupan bagi UMKM.
Tapi hasil fakta lapangan kata Yolan, tidak menjanjikan, dan Islamic Center pun telah diresmikan, sementara belum rampung 100 persen dan itu secara hukum melanggar dalam UU bangunan gedung dan PP nomor 16 tahun 2021.
“Kami juga ingin mempertanyakan soal sertifikat laik fungsi (SLF) dan mendesak instansi terkait untuk membuka RAB atas pembangunan tahapan islamic center,” ujarnya.
Terkait masalah itu tambahnya, secepatnya kami akan masukkan surat permohonan RDP guna untuk melanjutkan isu yanv kami bawa 3 item, kami meminta pihak DPRD responsif.
Proses dan anggaran pembangunan Islamic Center
Islamic Center Malili dibangun tiga tahap atau multiyears mulai Tahun 2022 sampai Tahun 2024. Di era kepimpimpinan Budiman – Akbar.
Untuk tahap pertama, pembangunan Islamic Center menyedot anggaran APBD Rp 14,6 Miliar. Tahap kedua Rp 8 Miliar. Untuk tahap ke tiga Rp 21 Miliar.
Sementara pembangunan Islamic Center yang akan dikerjakan untuk tahap pertama, yaitu bangunan struktur bawa, mulai tiang pancang bawa , kolom, plat beton lantai. Kemudian, pekerjaan balok lantai 2, plat beton lantai 2, pekerjaan pematangan lahan.
Tahap kedua, rangka atap baja, rabat di lantai satu, cuttingan di halaman area parkiran serta pemasangan 2 unit plat duicker dan tahapan ketiga belum diketahui sampai saat ini apa saja item pelaksanaan.
Lahan Islamic Center
Masjid Islamic Center Malili berada di lokasi bekas terminal lama samping rumah pribadi mantan Bupati Luwu Timur, Budiman Hakim.
Islamic Center berdiri diatas lahan seluas 3,5 hektar. Rinciannya, 1,5 hektar milik Pemkab Luwu Timur dan 2 hektar milik warga. Untuk nilai pembebasan lahan warga seluas 2 hektar sebesar Rp 5,3 Miliar.
Progres pembangunan Islamic Center
Ditengah pelaksanaan tahapan ketiga Tahun 2024, Pemda Luwu Timur saat itu juga mengkalaim jika progres pembangunan sudah mencapai lebih dari 80 persen. Bahkan menjamin akan rampung 15 Desember 2024.
Kondisi bangunan Islamic Center
Sebulan usai Bupati Irwan Bachri Syam dilantik, Ia langsung melakukan peninjauan perkembangan pembangunan Islamic Center Malili.
Dalam tinjauannya, Bupati Irwan menemukan kejanggalan tehnis. Ia menyoroti sejumlah aspek teknis yang perlu segera diperbaiki guna memastikan kenyamanan dan keamanan jamaah.
Salah satu perhatian utama Bupati adalah ujung atap bangunan yang tidak melewati teras masjid. Kondisi ini berisiko menyebabkan air hujan jatuh langsung ke tangga dan teras, bahkan berpotensi masuk ke dalam masjid.
Ia pun menyoroti menara masjid yang dinilai masih memiliki hasil pengerjaan yang kasar dan meminta agar struktur menara dirapikan lalu dimodifikasi ulang dengan desain yang lebih sederhana namun tetap estetis.
Selain itu, Bupati Irwan juga meminta agar plafon Masjid tidak menggunakan bahan gipsum untuk menghindari masalah jika terkena air, dan menginstruksikan untuk membersihkan lantai teras yang tampak jorok serta membenahi atap Masjid yang bocor.
Langkah penyelesaian

Tahun 2025, Pemda Luwu Timur melakukan penyelesaian perencanaan pembangunan Islamic Center dengan mengusung desain terbaru yang lebih megah, modern, dan sarat nilai spiritual serta kearifan lokal. Tujuannya, agar terencana dengan baik.
Jika tak ada aral melintang dan kendala berarti, pembangunan fisik Islamic Centre ditargetkan dapat dimulai paling lambat pada tahun 2026.














