Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Anggota DPRD Ini Pertanyakan Kinerja Dinas PUPR Atasi Krisis Air

465
×

Anggota DPRD Ini Pertanyakan Kinerja Dinas PUPR Atasi Krisis Air

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Anggota DPRD Luwu Timur fraksi PDIP, Efraem, mempertanyakan kinerja Dinas PUPR Lutim.

Pasalnya, sejak tahun 2015 hingga saat ini kecamatan Angkona tepatnya desa Tampinna, Maliwowo serta Watangpanua dan sebagian Kecamatan Malili, masih krisis air bersih.

Itu disebabkan belum tersedianya pasokan jaringan air bersih, hal tersebut diungkapkan Efraem kepada InputRakyat.co.id, Senin (30/07/18).

“Persoalan ini sudah sangat lama. Setiap digelar reses bersama anggota DPRD lainnya yang juga dihadiri pihak Dinas PUPR, permintaan warga hanya satu yakni tersedianya jaringan air bersih. Oleh sebab itu kami minta Dinas PUPR jangan tutup mata, karena persoalan ini adalah kebutuhan paling mendasar di masyarakat,” tandas Efraem.

Bahkan kata Efraem, dari persoalan itu, PUPR berjanji untuk segera menindaklanjuti. Namun 2017 lalu progres air bersih ini tak tergambar di Rencana Kerja Anggaran (RKA) dinas terkait. Sementara hal ini merupakan program utama Pemerintah daerah (Pemda) Lutim.

Sekertaris komisi 1 ini juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Lutim dalam hal ini bupati dan wakil bupati sekaligus dinas terkait untuk segera merealisasikan program ini sebagai kebutuhan mendasar masyarakat, imbuhnya.

Sementara itu Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Luwu Timur, Ezra Lallo mengklaim bahwasanya dirinya sudah mencanangkan program ini, dan bahkan permohonan penganggaran ke pemerintah pusat segera diajukan di bulan Agustus mendatang.

“Program air bersih untuk wilayah itu segera mungkin untuk diajukan ke pemerintah pusat, dengan harapan digelontorkan dana hibah,” tandas Ezra.

Ia menjelaskan, pengajuan tersebut berupa desain pembangunan jaringan distribusi utama air bersih serta estimasi besaran anggaran yang ditelan nantinya yakni Rp. 3,5 Milyar.

Sebelumnya kami sudah ajukan beberapa hal, namun pemerintah pusat hanya mengucurkan anggaran di tahun ini sebesar Rp. 2,1 Milyar bersumber dana alokasi anggaran khusus (DAK), dengan item pekerjaan penjernian air di desa Puncak Indah, Kecamatan Malili.

Tak hanya itu, untuk jaringan air bersih tahun ini kami memfokuskan di wilayah desa Wewanriu dan lain-lain, tambah Ezra.

“2019 kami optimis mencapai target 60 persen program pembangunan jaringan air bersih di Luwu Timur terelisasi. Oleh sebab itu, kami butuh dukungan dari pihak terkait,” kuncinya.

Liputan: Arif | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *