BKAD Kecamatan Malili Serap Usulan Warga Desa Puncak Indah

  • Whatsapp

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) kawasan layanan jasa dan perkotaan Kecamatan Malili menggelar pertemuan bersama warga, Jumat (24/09/2021) di Aula Kantor Desa Puncak Indah.

Pertemuan tersebut dalam rangka menyerap usulan masyarakat untuk program kerja tahun anggaran 2022 yang bersumber dari dana CSR PT. Vale Indonesia.

Selain pengurus BKAD, hadir pula pendamping program. Rapat dipimpin langsung Ketua BPD Desa Puncak Indah dan didampingi Kades Puncak Indah beserta Sekdes.

Dalam sambutannya, Ketua BKAD Kecamatan Malili, Hikwan Hafid mengatakan, bahwa kegiatan ini adalah menampung usulan masyarakat untuk dibahas ditingkat kecamatan.

“Dari usulan nantinya, akan kami rengking yang mana menjadi skala prioritas untuk kemudian diwujudkan di masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan masyarakat Dusun Balambano Indah, Resa mengungkapkan, bahwa sebelum hal ini dibahas sebaiknya dilihat dulu berapa jumlah anggaran yang disiapkan untuk mengcover usulan masyarakat.

“Harusnya ditransparansikan dulu berapa sih dana CSR yang digelontorkan ke kawasan layanan jasa dan perkotaan. Ini bukan persoalan nilai tetapi lebih kepada siapa yang menerima manfaat program ini, dan bagaimana bisnis plantnya,” tandas Resa.

Masyarakat jangan digiurkan dengan nilai miliaran, kalau angka seperti itu ya’ ngeri-ngeri sedap, tetapi lihat dulu berapa sih anggaran CSR pertahun sampaikan ke PT. Vale, sambungnya lagi.

Lanjutnya, berdasarkan data kami, luar biasa dana yang digelontorkan Vale, tapi apa yang dijadikan target, siapa objek penerima manfaat ini, kalau soal mengusulkan gampang, dan saya lihat program ini banyak yang tumpah tindih dengan KP 1 pemerintah.

Kami dari Dusun Balambano Indah tidak pernah dapat anggaran CSR, tapi bukan itu yang kami mau tapi bagaimana program ini bisa menyentuh dari segala aspek, tandas Resa.

Kita sekarang bangun ini bangun itu, tetapi apa manfaatnya, buka kan saya data tahun 2018 sampai 2020 berapa besaran anggarannya dan apa saja yang sudah dilakukan.

“Olehnya itu saya berharap, BKAD membangun sesuai kebutuhan masyarakat banyak, bukan hanya segelintir orang,” tutupnya.

Menanggapi hal itu, pengurus BKAD, Sangkala menjelaskan, bahwa dana CSR yang digelontorkan untuk perdesanya hanya berkisar Rp 300 juta lebih pertahun.

“Kami tidak mengetahui nilai yang fantastik seperti yang dibeberkan adinda Resa tapi hal ini akan kami pertanyakan juga ke Vale, siapa tahu anggaran kita bisa ditambah,” tutupnya.

Diakhir kegiatan, beberapa usulan masyarakat diantaranya pembangunan jaringan air bersih, jembatan dan lain-lain.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Anugrah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *