Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Dari Janji ke Bukti: Sentuhan ‘Tiga Kartu Sakti’ di Tahun Pertama Irwan–Puspawati Pimpin Luwu Timur

564
×

Dari Janji ke Bukti: Sentuhan ‘Tiga Kartu Sakti’ di Tahun Pertama Irwan–Puspawati Pimpin Luwu Timur

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Kabupaten Luwu Timur tengah menunjukkan arah baru di bawah duet kepemimpinan Irwan Bachri Syam dan Puspawati Husler. Ibarat racikan kopi berkualitas, kepemimpinan ini bukan sekadar janji instan, melainkan perpaduan kerja nyata yang mulai terasa hingga ke lapisan masyarakat.

Memasuki tahun pertama masa jabatan pada 2025, berbagai gebrakan telah dihadirkan. Menariknya, tanpa pendekatan yang rumit, keduanya cukup mengandalkan strategi sederhana yang dikenal sebagai “Tiga Kartu Sakti” sebuah inovasi program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan lansia.

Dirangkum dari beberapa sumber dalam hal ini Pemda Luwu Timur menyebutkan jika program pertama, “Kartu Luwu Timur Pintar”, menjadi tulang punggung peningkatan kualitas pendidikan.

Sepanjang 2025, sebanyak 9.878 mahasiswa telah menerima beasiswa dengan nilai Rp 6 juta per tahun atau Rp 3 juta per semester.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menyalurkan paket seragam sekolah gratis kepada 16.253 siswa mulai dari tingkat TK hingga SMP, sebagai upaya meringankan beban orang tua sekaligus mendorong pemerataan akses pendidikan.

Di sektor kesehatan, “Kartu Luwu Timur Sehat” menunjukkan dampak signifikan. Layanan ini telah dimanfaatkan oleh 422.183 pasien, baik rawat inap maupun rawat jalan di puskesmas. Selain itu, 256 pasien mendapatkan layanan kesehatan cukup dengan menunjukkan KTP, sementara 97.931 pasien lainnya dilayani melalui skema BPJS yang iurannya ditanggung oleh pemerintah daerah di RSUD I Lagaligo Wotu.

Sementara itu, perhatian terhadap kelompok rentan diwujudkan melalui “Kartu Lansia”, yang telah diberikan kepada 2.808 orang sepanjang tahun 2025. Program ini menjadikan Luwu Timur sebagai satu-satunya daerah di Sulawesi Selatan yang secara khusus memiliki kebijakan terfokus pada peningkatan kesejahteraan lansia.

Tidak hanya pada sektor sosial, capaian pembangunan daerah juga menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Luwu Timur meningkat sebesar 3,70 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan tercatat mencapai Rp19,20 triliun, dengan struktur ekonomi yang ditopang oleh sektor pertambangan, pertanian, jasa, dan konstruksi.

Lebih jauh lagi, keberhasilan kepemimpinan ini juga tercermin dari indikator kesejahteraan masyarakat. Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 5,79 persen atau setara dengan 18,55 ribu jiwa. Sementara itu, tingkat pengangguran juga menurun menjadi 3,70 persen.

Dalam waktu yang relatif singkat, duet Irwan Bachri Syam dan Puspawati Husler telah menunjukkan bahwa kepemimpinan efektif tidak selalu harus kompleks. Dengan program yang tepat sasaran dan konsistensi dalam pelaksanaan, perubahan nyata dapat dirasakan masyarakat. Luwu Timur kini menjadi contoh bagaimana kebijakan sederhana, jika dijalankan dengan komitmen, mampu menghasilkan dampak yang besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *