Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Di Paripurna, Sarkawi Minta Pendapatan Asli Daerah Digenjot

412
×

Di Paripurna, Sarkawi Minta Pendapatan Asli Daerah Digenjot

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–DPRD Kabupaten Luwu Timur menggelar rapat paripurna dengan agenda pemandangan fraksi-fraksi terhadap rancangan peraturan daerah APBD perubahan 2019, Selasa (24/09/19) kemarin.

Dalam kesempatan itu, juru bicara dari fraksi Partai Gerindra, Sarkawi A Hamid mengapresiasi kenaikan pendapatan asli daerah 2019, yang sebelumnya Rp. 289.641.416.614 menjadi Rp. 302.669.681.792 atau sekitar 4,50 persen di rencana perubahan, ungkapnya.

Kenaikan itu kata Sarkawi, pemerintah daerah jangan berpuas diri, karena masih banyak sumber pendapatan yang belum dilakukan secara maksimal dan ini perlu digenjot dan digarap.

Dicontohkannya, ada beberapa bisa dikelolah di PT Vale seperti, scrap, mate, slag, feronikel dam scandium. “Nah jika hal ini pemerintah daerah memanfaatkan dengan baik, saya yakin pendapatan daerah akan melonjak secara drastis tanpa memungut retribusi recehan yang hanya menyusahkan rakyat kecil,” tandas Sarkawi.

Kenapa pemerintah daerah sampai saat ini belum terealisasi seperti scrap, sementara PT Vale sudah lama memberi ruang ke Pemda untuk digarap, ujar Sarkawi.

Selain Vale kata dia, masih banyak perusahan yang bisa kita garap seperti PT. PUL serta PT. CLM dan perusahaan lainnya yang telah berinvestasi di daerah ini.

“Ketika hal ini betul-betul di optimalkan saya yakin pendapatan kita drastis melonjat, sementara rakyat Luwu Timur sudah saatnya menikmati pendapatan tersebut dalam bentuk infrastruktur ataupun bantuan permodalan bagi usaha kecil menengah,” terangnya.

Diakhir pandangannya, Ia juga menyinggung pajak rumah makan dan restaurant agar persoalan ini tidak dikelola setengah-setengah dalam pelaksanaannya, karena pajak tersebut berbasis online yang termonitoring langsung oleh KPK.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *