Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Di Puskesmas Malili, Merah Putih Dirayakan dengan Lomba Kebersihan

37
×

Di Puskesmas Malili, Merah Putih Dirayakan dengan Lomba Kebersihan

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM — Bendera merah putih tak selalu harus dirayakan dengan upacara dan lomba tujuh belasan. Di Puskesmas Malili, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, semangat kemerdekaan diterjemahkan lewat cara yang lebih sederhana: menyapu, menata ruangan, memilah sampah, dan membuat lingkungan kerja lebih nyaman.

Puskesmas Malili menggelar lomba kebersihan antar-ruangan pada Kamis, 14 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lomba tidak sekadar mencari ruangan paling kinclong. Kebersihan dijadikan pintu masuk untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus memperkuat budaya disiplin di lingkungan pelayanan kesehatan.

Kepala Puskesmas Malili, Kiki Febriani, mengatakan perayaan kemerdekaan semestinya tidak berhenti pada seremoni.

“Merayakan HUT RI ke-81 tidak hanya dengan upacara dan hiburan, tapi juga berbakti pada negeri dengan menciptakan lingkungan yang sehat. Kebersihan adalah pangkal kesehatan dan cermin kedisiplinan warga negara yang baik,” kata Kiki.

Dalam perlombaan itu, sejumlah aspek menjadi bahan penilaian, antara lain kebersihan ruangan, pengelolaan sampah, serta keindahan dan kerapian lingkungan.

Para peserta tampak bekerja bersama membersihkan dan menata ruang masing-masing. Ada yang mempercantik sudut ruangan, merapikan fasilitas, hingga memastikan lingkungan kerja bebas dari sampah.

Bagi Puskesmas, kegiatan semacam itu memiliki pesan yang lebih panjang daripada sekadar perebutan hadiah. Lingkungan pelayanan kesehatan yang bersih merupakan bagian dari kenyamanan bagi petugas sekaligus masyarakat yang datang mendapatkan pelayanan.

Kiki mengatakan pemenang lomba akan mendapatkan hadiah. Penyerahan penghargaan dijadwalkan dilakukan saat apel pagi pada pekan depan.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah hadiah dibagikan. Menurut Kiki, kebersihan seharusnya menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar tampilan menjelang perlombaan.

“Semangat menjaga kebersihan ini terus terjaga dan menjadi warisan kemerdekaan yang nyata untuk kesejahteraan masyarakat di masa mendatang,” ujarnya.

Di Puskesmas Malili, perayaan kemerdekaan tahun ini akhirnya punya ukuran yang cukup sederhana, bukan seberapa meriah dekorasinya, melainkan seberapa lama kebiasaan bersih itu bertahan setelah bendera diturunkan. (Rama).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *